Berita

Foto/Net

Dunia

UU Negara Bangsa Yahudi Menghilangkan Peradaban Islam Di Israel

RABU, 25 JULI 2018 | 15:44 WIB | LAPORAN:

Undang-Undang Negara Bangsa Yahudi oleh parlemen Israel (Knesset) yang disahkan pada Kamis (19/7), mengundang reaksi dalam negeri.

Pengamat Politik Global Future Institute Hendrajit mengungkapkan, Max Isaac Dimont yang merupakan ahli sejarah Yahudi mengelak untuk membeberkan lebih dalam terkait peradaban Islam.  

"Padahal peradaban Islam yang membentang sejak Dinasti Umayah, Dinasti Abassiah, maupun Turki Utsmani, kaum Yahudi juga dapat ruang berkiprah," ungkap Hendrajit saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (25/7) pagi.  


Hendrajit menuturkan, dalam buku yang diterbitkan Max Dimont pada 1962 berjudul Jews, God, and History ini memaparkan kekuatan gagasan oleh Yahudi. Karena kekuatan gagasan tersebut Yahudi dapat bertahan hidup dari kobaran api dan abu reruntuhan enam peradaban besar.

Menurut Hendrajit bagi umat Islam. Amat bermanfaat untuk menggugah kekuatan kekuatan tersembunyi yang mungkin tanpa kita sadari tersurat melalui cara Max Dimond memaparkan kekuatan spiritual dan imaterial bangsa Yahudi.

"Bisa jadi yang dipandang Max Dimont sebagai kekuatan Yahudi sesungguhnya merupakan kekuatan spiritual Islam, hanya saja sekarang sedang dikubur hidup-hidup. Sedangkan Yahudi justru mengaktualisasikanya melalui satu dan lain cara. Terlepas buat kebaikan atau kejahatan," ungkapnya.

Sementara itu menanggapi the choice nation state law ini, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi menilai disahkannya UU tersebut bahkan menafikkan hak orang Palestina.

UU tersebut juga mengancam penyelesaian konflik berkepanjangan Israel-Palestina.

"Disahkannya UU tersebut telah menafikkan hak-hak orang Palestina di Israel dan mengancam penyelesaikan konflik berdasarkan two state solution," ujar Retno. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya