Berita

Novel Baswedan/Net

Politik

Novel Baswedan Disodorkan Jadi Cawapres Prabowo Subianto

RABU, 25 JULI 2018 | 11:34 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Pertemuan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dengan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak hanya melahirkan sejumlah kesepakatan, seperti keinginan untuk menciptakan Indonesia yang bersih bebas korupsi, dan membahas figur capres-cawapres.

"Tapi juga memberi harapan terhadap keinginan rakyat untuk 2019 ganti presiden," kata Koordinator Forum Rakyat, Lieus Sungkharisma kepada redaksi, Rabu (25/7).

Pertemuan yang merupakan rangkaian dari upaaya membangun koalisi antara Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS untuk menuju Pilpres 2019 itu direspon positif Lieus.


Menurut Lieus, sudah bisa dipastikan koalisasi empat partai nasionalis agamis itu akan mendukung Prabowo menjadi presiden pada Pilpres 2019.

"Yang kini harus kita carikan adalah siapa tokoh yang akan mendampingi pak Prabowo sebagai Cawapres," ujar Lieus.

Selama ini, masyarakat berharap yang menjadi cawapres Prabowo adalah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Tapi jika ternyata Anies lebih memilih tetap sebagai gubernur karena tak ingin mengkhianati amanah warga masyarakat Jakarta, Prabowo harus dicarikan calon lain yang punya kapasitas dan kapabilitas sama dengan Anies.

Oleh karena itu, tambah Lieus, demi keinginan menuju Indonesia bersih, Forum Rakyat menyodorkan figur Novel Baswedan sebagai cawapres untuk menjadi pemdamping Prabowo. Novel Baswedan adalah penyidik senior di KPK.

"Pak Novel dikenal bersih dan pribadi yang memiliki komitmen kuat dalam pemberantasan korupsi. Dia bahkan rela mengorbankan dirinya sendiri demi membebaskan Indonesia dari korupsi," ujar Lieus.

Dia berkeyakinan, meskipun Novel Baswedan bukan tokoh yang berasal dari partai politik, namun sosoknya pasti bisa diterima oleh kalangan partai politik.

"Dia seorang yang berintegritas dan teguh pendirian. Dan itu sudah dia buktikan selama berkiprah di KPK," ujar Lieus.

Menurut Lieus lagi, pilihannya terhadap Novel Baswedan bukan tanpa alasan yang kuat. Selain dikenal sebagai tokoh pemberantasan korupsi, Novel adalah juga pribadi yang dekat dengan berbagai kalangan, tidak terkecuali dengan generasi muda.

"Pak Novel Baswedan adalah sosok yang paling kecil resistensinya dan paling bisa diterima oleh kalangan muda. Atas dasar itulah, Novel Baswedan menjadi sosok yang paling tepat untuk mendampingi Prabowo Subianto," ujar Lieus.

Namun demikian, tambah Lieus, keputusan siapa yang akan mendampinginya tetap ada di tangan Prabowo dan koalisi.

"Sebagai elemen masyarakat yang sama-sama menginginkan Indonesia menjadi negara yang bersih dan bermartabat, kita hanya ingin Pak Prabowo memilih calon terbaik untuk mendampinginya sebagai cawapres," tutupnya. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya