Anak muda lebih dapat panggung di politik sejak dukungan mereka terhadap Perdana Menteri (PM) Mahathir Mohamad dalam pemilu lalu. Pemerintah Malaysia ingin menurunkan usia pemilih menjadi 18 tahun.
Rencana Mahathir yang akan diterapkan pada 2023 bisa jadi balas budi terhadap dukungan anak muda. Mereka membantu Mahathir menggulingkan Perdana Menteri Najib Razak. Saat ini orang yang boleh memilih di Malaysia pada usai 21 tahun. Rencana ini
Berdasarkan hasil riset, 75 persen pemilih muda Malaysia memilih tim oposisi dalam pemiÂlu lalu. "Dari 81 persen pemilih muda yang memilih, 75 persen dari mereka memilih oposisi," terang Direktur Eksekutif MerdeÂka Center Ibrahim Suffian.
"Pemilih muda jelas penentu hasil pemilu lalu. Merekalah yang membawa kita melihat pemerintahan sekarang ini," ujar Ibrahim.
Najib mendekati pemilih dengan menjanjikan potongan pajak penghasilan. Sementara ada angÂka pengangguran yang besar di Malaysia. Angka pengangguran di usia 15-24 tahun di Malaysia berada di angka 10,8 persen.
Lapangan pekerjaan, ongkos hidup, harga properti dan pajak dianggap isu yang langsung bersentuhan dengan anak muda Malaysia. Para pemuda mengÂinginkan perubahan.
"PM Mahathir serius ingin melibatkan pemilih muda dalam pesÂta demokrasi selanjutnya," terang Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Syed Saddiq Syed AbÂdul Rahman kepada Bloomberg.
Jika usia pemilih mulai 18 tahun, Malaysia akan memiliki tambahan pemilih sebanyak 3,7 juta orang. "Angka ini naik 25 persen dari total jumlah pemilih yang ikut pemilu Mei Lalu," ujar Syed Saddiq.
Saat ini, pemilih di usia 21-39 tahun masih mendominasi daftar sekitar 40 persen dari total pemiÂlih sah. "Angka pemilih muda Malaysia kini makin besar dan kuat. Suara pemuda kini tidak lagi dianggap remeh di mata politik," ujar Saddiq.
"Pemuda selalu memperhatiÂkan masalah besar negara. KoÂrupsi dan ekonomi selalu kami awasi. Karena itu suara pemuda penting," ujar Saddiq.
Anak muda kerap dipandang sebagai anak bawang dalam politik. Saddiq (25) dipanggil "
greenhorn kitten" atau "anak kucing bertanduk hijau" oleh Menteri Pertahanan HishamudÂdin Hussein. Saddiq merasa apapun yang dia lakukan akan direcoki dan dianggap sepele.
"Hampir setiap hal yang saya lakukan diawasi dan dicurigai. Seharusnya anak muda diberi kepercayaan dan dipandu demi kebaikan bersama," ujar Saddiq.
PM Mahathir, ujar Saddiq, salah satu sosok yang mau menÂdidik dan memberi contoh baik. Saddiq pernah ditanya Mahathir, kenapa anak muda suka hadir terlambat dan hobi memainkan ponsel mereka selama rapat.
"Beliau mau mendengar dan belajar dari kami-kami anak muda. Kami pun belajar dari beliau. Ini tidak ada hubunganÂnya dengan politik. Ini lebih ke hubungan yang seperti anak dan ayah atau anak dan kakeknya," imbuh Saddiq. ***