Berita

Foto/Net

Dunia

Diduga Korupsi, Politisi Negeri Ginseng Bunuh Diri

SELASA, 24 JULI 2018 | 08:46 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Roh Hoe-chan diketemukan tewas bunuh diri, kemarin. Politisi Partai Keadilan Korea Selatan ini, diduga tertekan karena dicurigai terlibat skan­dal suap dan korupsi.

Roh tengah menjalani pe­meriksaan kepolisian sebelum akhirnya memutuskan terjun dari apartemen miliknya. Dia diduga menerima suap sebesar 50 juta Won (Rp 643 juta). Suap tersebut diduga diteri­manya dari blogger politik.

Blogger tersebut secara luas dikenal dengan nama panggi­lan 'Druking'. Saat ini, Druk­ing sedang diadili otoritas Korsel atas dakwaan meng­gunakan program peretasan ilegal untuk mempengaruhi opini publik pada portal online terbesar di Korsel, Naver.


Roh meninggalkan pesan terakhir di dalam apartemen­nya di ibu kota Seoul. Dalam pesan itu, dia mengakui telah menerima uang dari blogger politik. Tapi dia menyangkal menawarkan imbalan. Ditu­liskan juga, Roh punya firasat segera dipanggil jaksa untuk diinterogasi.

Sebelum menjadi anggota parlemen pada 2004, Roh dikenal sebagai aktivis hak-hak para buruh. Kantor kepresidenan Korsel, Blue House atau Cheong Wa Dae, menyampaikan belasungkawa atas kematian Roh. Cheong menyebut insiden ini sebagai 'peristiwa yang memilukan'.

"Saya menyampaikan bela­sungkawa mendalam dari hati saya atas kematiannya. Saya secara pribadi mengaguminya sebagai seorang politikus," ucap Huh Ik-Bum, jaksa se­nior yang memimpin skandal suap yang menyeret Roh.

Negeri Ginseng menjadi salah satu negara dengan angka bunuh diri tertinggi di dunia. Berbagai aksi bunuh diri tokoh publik, mulai dari politikus hingga pengusaha. Salah satunya yang mengejutkan publik adalah aksi bunuh diri bekas Presiden Korsel Roh Moo-Hyun. Dia menjabat pada 2003-2008. Dia melompat dari tebing pada 2009 saat diselidiki atas skandal ko­rupsi. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya