Berita

Foto/Net

Olahraga

Ozil Ngaku Cuma Ngomong Bola

Soal Pertemuan Dengan Erdogan
SENIN, 23 JULI 2018 | 09:49 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Jepretan foto Mesut Oezil den­gan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menuai kritik. Gelandang serang Jerman dan Arsenal itu akh­irnya angkat suara.

Oezil kedapatan foto bersama Erdogan pada Mei lalu. Oezil dan Ilkay Guendogan, dua pe­main Jerman yang memang berdarah Turki, terlihat akrab dengan sang presiden.

Momen itu rupanya mem­buat Oezil dikecam, mengingat Erdogan adalah sosok yang tidak disenangi Jerman. Sikap Oezil bahkan dianggap bentuk indispliner di Timnas Jerman, yang sebelumnya sudah dim­inta sumpah setianya untuk Die Mannschaft.


Guendogan sendiri terhin­dar dari kecaman karena lang­sung menegaskan foto bersama Erdogan bukanlah bentuk dukun­gan politik. Sementara kecaman ke­pada Oezil, yang masih bungkam, makin menjadi-jadi usai Jerman gagal di Piala Dunia 2018.

Setelah lama bungkam, Oezil akhirnya angkat suara soal foto bersama Erdogan. Ia menegas­kan, foto itu bukanlah bentuk dukungan politik melainkan hanya sekadar menghormati petinggi negara keluarganya di Turki.

"Saya punya dua hati, satu Jerman dan satunya lagi Turki. Sewaktu kecil, ibu saya men­gajarkan untuk selalu menaruh hormat dan tidak pernah melu­pakan dari mana saya berasal. Hal itu masih relevan menu­rut saya sampai hari ini," kata Oezil memberi penjelasan di Twitternya @MesutOzil 1088.

"Foto bersama Presiden Erdogan bukan tentang politik atau pemilu. Itu cuma bentuk saya menghormati pejabat tert­inggi keluarga saya. Saya pesepakbola, bukan politisi dan pertemuan kami tidak difasilitasi oleh kebijakan apapun."

Faktanya, Ozil dan Erdogan berbicara soal sepakbola. Kebetulan Erdogan merupakan pe­main sepakbola sewaktu muda.

"Bagi saya, tidak penting sia­pa presidennya, tapi yang pent­ing adalah dia seorang presiden. Apakah itu Presiden Turki atau Jerman? Sikap saya tidak akan berbeda," tegasnya. ***

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Mafia Infrastruktur Diduga Kepung Menteri Dody Lewat Isu Miring

Kamis, 06 Agustus 2026 | 00:05

Menhan hingga Ketua Komisi I DPR Terima Brevet Korps Marinir

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:46

Ketimpangan Penduduk Meningkat, Gini Ratio Naik ke 0,368

Rabu, 05 Agustus 2026 | 23:22

Mahkamah Agung Diminta Evaluasi Ketua PN Jakarta Timur

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:38

Gempa M 6,4 Guncang Kepulauan Talaud, Tidak Ada Korban Jiwa

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:31

Kader Golkar Wonosobo Ngadu ke DPP soal Dua Kali Musda

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:14

Di Balik Tribun Sunyi Piala Presiden, Puluhan Pecalang Jaga Harmoni El Clasico

Rabu, 05 Agustus 2026 | 22:09

Kisruh Diadukan ke Bahlil, Mafa Uswanas Diusulkan jadi Plt Ketum AMPI

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:50

Pergeseran Public Goods Sektor Kesehatan

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:40

BRAINS Demokrat Kolaborasi Bareng IRI Perkuat Demokrasi Lintas Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 21:17

Selengkapnya