Berita

Kim Jong-un/Net

Dunia

Korea Utara Panggil Pulang 43 Dubesnya

SABTU, 21 JULI 2018 | 09:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Sebanyak 43 duta besar dan diplomat senior Korea Utara (Korut) dipanggil pulang, Rabu malam (18/7). Ini adalah panggi­lan pulang yang jarang dilakukan Korut sejak negara itu berdiri pada 1948. Terakhir kali, para duta besar Korut dipanggil untuk pertemuan pada Juli 2015. Be­lum ada laporan agenda serupa diselenggarakan setelahnya.

Pertemuan kali ini terjadi sekitar satu bulan usai per­temuan puncak yang berseja­rah antara Presiden AS Donald Trump dengan Kim Jong-un di Singapura. Pertemuan para duta besar disinyalir akan membahas tentang kesepaka­tan denuklirisasi yang telah ditandatangani antara Trump dengan Kim.

Pengamat hubungan inter­nasional President University Hippi Yoon membenarkan, pemanggilan para dubes Korut kembali ke negaranya adalah momen langka.


"Pasti ada arahan penting yang disampaikan Kim Jong-un kepada para diplomatnya. Pemanggilan ini jelas ber­hubungan dengan posisi Korut di mata internasional sekarang ini," jelas Hoppi.

Kemungkinan besar Kim akan menyampaikan kebi­jakan baru terkait pertemuan­nya dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada 12 Juni lalu. Merekameng­hasilkan kesepakatan tentang program denuklirisasi di Se­menanjung Korea, peminda­han jenazah tentara Amerika dari Korea Utara, serta tindak lanjut negosiasi di antara para pejabat tinggi kedua negara.

Kementerian Unifikasi Ko­rea Selatan juga belum menda­pat informasi atau dapat meng­konfirmasi terkait pertemuan tersebut dan masih memantau perkembangan di Korut.

Hubungan Korea Utara den­gan masyarakat internasional tengah tegang dalam beberapa tahun terakhir karena program pengembangan uji coba misil serta nuklir Pyongyang. Na­mun demikian harapan akan denuklirisasi dan perdamaian di Semenanjung Korea terus men­ingkat setelah Pyongyang mu­lai menjalin hubungan dengan sejumlah negara luar, termasuk menghangatnya hubungan dengan Seoul. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya