Berita

Politik

Anies Jangan Tiru Jokowi Tinggalkan Balaikota Di Tengah Jalan

KAMIS, 19 JULI 2018 | 17:15 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diharapkan tidak meniru jejak Joko Widodo yang meninggalkan Balaikota DKI Jakarta di tengah jalan. Anies bersama wakilnya, Sandiaga Uno diminta melewati masa baktinya hingga tuntas.

Demikian dikatakan Ketua Bidang kaderisasi Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Jakarta Raya, Herlambang Wibowo pesan elektronik, Kamis (19/7).

Menurut Herlambang, Anies-Sandi jangan mengikuti jejak Jokowi yang tidak menuntaskan amanah rakyat Jakarta sebagai Gubernur DKI Jakarta pada periode 2012-2017. Dimana saat itu Jokowi meninggalkan kursi DKI-1 untuk ikut Pilpres 2014.


"Jadi kita harus dukung betul-betul supaya beliau-beliau ini dalam lima tahun bisa melaksanakan tugasnya dengan baik," kata Herlambang.

Karenanya, Herlambang berpendapat sebaiknya Anies tidak maju dalam Pemilihan Presiden 2019. Anies harus fokus mengurus Jakarta terlebih dahulu.

"Kita minta beliau (Anies) untuk tidak nyapres dulu. Amanah warga DKI Jakarta harus dipenuhi terlebih dahulu. Jangan seperti gubernur yang lalu dimana jabatan Gubernur hanya dijadikan batu loncatan," sindirnya.

Apalagi, menurut Herlambang, berdasarkan sejumlah survei saat ini Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto merupakan satu-satunya penantang terkuat untuk menghadapi petahana Jokowi.

"Bangsa Indonesia membutuhkan sosok pemimpin yang kuat, dan itu ada di Pak Prabowo," katanya.

Dijelaskannya, pemerintahan yang kuat dan stabil adalah kunci untuk memastikan perkembangan ekonomi dan investasi di Indonesia bisa terus berjalan dengan lancar.

Pemimpin yang kuat serta didukung koalisi partai yang solid menjadi aspek penting untuk kebijakan ekonomi sehingga stabilitas ekonomi terjaga, jika tidak di dukung parlemen yang solid akan stagnan.

Menurutnya, kondisi perekonomian nasional yang kian mengkhawatirkan membutuhkan pemimpin yang bernyali dan berani membuat keputusan.

"Nah, Prabowo mempunyai sifat yang tegas dan berani menentukan kebijakan. Beliau memiliki ketegasan dalam mengambil keputusan adalah perilaku dan gaya kepemimpinannya, ketegasan dalam mengambil keputusan (decision making) adalah salah satu faktor kunci dalam menggerakkan roda ekonomi bangsa," ujarnya.

"Kita menunggu masa-masa mendatang, bagaimana keberanian dan ketegasan Prabowo dalam mengambil keputusan-keputusan krusial," imbuhnya.

Selain itu, Herlambang juga meyakini Prabowo sebagai sosok yang memiliki intuisi dan kemampuan memilih orang yang tepat.

"Kemampuannya memilih orang (the right man on the right place) sebagai figur kunci yang meng-arsiteki penentuan seperti Jokowi dan Ahok sebagai Gubernur serta Wagub DKI, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai Gubernur serta Wagub DKI saat ini. Jika track record itu bisa dipelihara, beliau akan bisa memilih jajaran Menteri yang kapabel," ungkapnya.

Hal ini, lanjut Herlambang, tak lepas juga dari latar belakang Prabowo yang dididik di lingkungan militer yang berintegritas tinggi untuk NKRI.

"Pendidikan di militer sebagai prajurit TNI membuat jiwa dan raganya tidak diragukan lagi untuk bangsa dan negara. Keutuhan NKRI dan pembelaan terhadap bangsa dan negara mendarah daging dalam kepribadiannya. Ini sangat penting dan diperlukan seluruh rakyat Indonesia. Apalagi situasi sekarang ini dengan maraknya tenaga kerja China yang masuk secara masif," pungkasnya.[dem]

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya