Berita

Pertahanan

Panglima TNI: Capaja TNI-Polri Mesti Ngerti Teknologi

RABU, 18 JULI 2018 | 15:46 WIB | LAPORAN:

Calon perwira remaja (Capaja) TNI dan Polri harus terus mempelajari kemajuan teknologi. Kecanggihan teknologi dapat berubah menjadi ancaman terhadap kedaulatan bangsa.

Pesan itu disampaikan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto saat pembekalan kepada 724 Capaja TNI-Polri di Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/7). Dalam acara itu, Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Pol Tito Karnavian, juga hadir untuk memberi pembekalan.

Panglima TNI menyebut ancaman terhadap negara yang bebentuk tindak pidana terorisme juga memanfaatkan kecanggihan teknologi.


"Untuk menghadapi ancaman tersebut, seluruh perwira harus belajar mengisi diri, menambah ilmu. Pak Kapolri menyampaikan bahwa kuliah sampai pada tingkat yang paling tinggi. Itu bukan hanya sekedar titel, tapi harus memiliki isi yang bisa diimplementasikan dalam penugasan," kata Hadi.

Kata dia, hampir semua lini kehidupan sudah menggunakan teknologi siber di era keterbukaan informasi. Teknologi siber memberi banyak kemudahan, termasuk untuk berkomunikasi dalam jarak jauh. Tapi, ada kekurangannya. Teknologi dapat mempermudah kelompok teroris menyebarkan doktrin radikalisme atau mengajarkan cara membuat alat peledak kepada banyak orang.

Hadi menuntut para perwira TNI-Polri yang besok akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara untuk beradaptasi dengan tantangan-tantangan teknologi secara serius.

"Itu bekal tugas di kesatuan nanti," jelas Hadi Tjahjanto. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya