Berita

Foto/Setkab.go.id

Pertahanan

Tunjangan Kinerja Naik, Jokowi Minta Babinsa Tingkatkan Kemampuan

RABU, 18 JULI 2018 | 11:42 WIB | LAPORAN:

Presiden Joko Widodo sempat mengecek realisasi kenaikan tunjangan kinerja Bintara Pembina Desa (Babinsa), dari Rp 104.000/bulan menjadi Rp 900.000/bulan untuk tipe A, dan dari Rp 440.000/bulan menjadi Rp 1.200.000/bulan untuk tipe B.

"Saya ingin bertanya apakah sudah diterima kenaikan tunjangan kinerja Babinsa?" tanya Presiden Jokowi, yang langsung dijawab serentak oleh sekitar 4.500 anggota Babinsa yang hadir, "Sudah,".

"Benar sudah diterima?" tanya Presiden lagi, yang langsung dijawab kembali, "Benar, betul,".


Dikutip dari laman http://setkab.go.id/, Rabu (18/7), Jokowi menjelaskan, kenaikan tunjangan itu diberikan karena Babinsa berada pada posisi barisan terdepan dalam menjaga keamanan, kedaulatan, ketertiban yang ada di desa-desa. Ia mengingatkan, negara ini adalah negara yang sangat besar, ada 74.000 desa, dan ada 60.000 Babinsa di seluruh tanah air.

Untuk itu, Jokowi berpesan kepada segenap anggota Babinsa untuk ikut membantu menghadapi tantangan yang dihadapi bangsa ini ke depan, yang semakin hari bukannya semakin mudah, tetapi semakin besar dan semakin sulit.

Tantangan yang dihadapi ke depan itu, menurut Presiden Jokowi, baik itu kemiskinan, kesenjangan, infrastruktur. Oleh sebab itu, Presiden menekankan, kerja keras anggota Babinsa dalam ikut membangun negara ini, terutama memberikan kestabilan politik dan keamanan sangat diperlukan bagi lancarnya, cepatnya pembangunan di negara kita.

"Kemampuan teritorial Saudara-saudara harus terus ditingkatkan, diperbaiki. Kemampuan tumbuh cepat, lapor cepat, kemampuan manajemen kemampuan penguasaan wilayah, detail satu per satu rumah-rumah harus terus ditingkatkan," tutur Presiden Jokowi.

Demikian juga, lanjut Presiden, kemampuan pelayanan rakyat dimana peningkatan pelayanan rakyat dalam menghadapi ancaman, dimana pembinaan kemampuan dalam bela negara oleh rakyat, melatih, karena ke depan yang tantangan ke depan bukan semakin ringan, tetapi semakin berat.

Presiden Jokowi juga menekankan, dalam menghadapi keterbukaan Global, menghadapi kompetisi Global, menghadapi persaingan global, semua informasi, semua bisa langsung masuk ke desa tanpa bisa dihambat. Sehingga paham-paham terorisme hampir di semua negara, radikalisme berkembang.

"Inilah tugas-tugas Saudara-saudara semua, harus kita mengerti bahwa ancaman itu sekarang ini bukan hanya berupa fisik, ideologi-ideologi seperti itu mengancam hampir semua negara termasuk negara kita Indonesia," ujar Presiden Jokowi.

Tampak mendampingi Presiden Jokowi dalam kesempatan itu antara lain Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, KSAD Jenderal Mulyono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, dan Penjabat Gubernur Jabar M. Iriawan. [fiq]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya