Berita

Enggartiasto Lukita/Net

Politik

Urus Telur Saja Tidak Becus, Presiden Perlu Evaluasi Menteri Perdagangan Enggar

RABU, 18 JULI 2018 | 04:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Kenaikan harga telur di pasaran hingga menembus Rp 30 ribu per kilogram sangat memberatkan masyarakat khususnya kaum buruh dan petani.

"Menurut dugaan kami ada permainan mafia atau kartel dalam struktur perdagangan di Indonesia, dan setingkat Menteri Perdagangan (Enggartiasto Lukita) saja tidak bisa mengatasinya," kata Sekretaris Labor Institute Indonesia (LII) Andy William Sinaga menyayangkan, Rabu (18/7).

Menurutnya, kenaikan harga telur saat ini sangat mencurigakan karena tidak pada masa Lebaran atau hari raya keagamaan dimana kebutuhan akan telur memang tinggi.


"Menurut kami dalam sistem perdagangan bahan-bahan pokok di Indonesia dikuasai kalangan mafia tertentu yang sewaktu-waktu bisa mempermainkan harga. Tentu saja masyarakat yang menjadi korban," terang Andy.

Untuk itu, dia meminta kepada Presiden Joko Widodo segera melakukan evaluasi terhadap Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Sekedar diketahui, Menteri Enggar berasal dari Partai Nasdem besutan Surya Paloh.

"Presiden Jokowi menurut kami perlu mengevaluasi Menteri Enggar, karena selama ini tidak dapat mengendalikan kenaikan harga-harga bahan pokok yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seperti kenaikan harga garam, daging dan telur," demikian Andy. [rus]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya