Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Jelang Asian Games Kawasan GBK Belum Steril Dari Gepeng

SELASA, 17 JULI 2018 | 18:31 WIB | LAPORAN:

Pemprov DKI Jakarta sejauh ini belum bisa menertibkan keberadaan  gelandangan dan pengemeis (gepeng) serta anak jalanan di kawasan Jakarta. Terbukti hingga saat ini anak-anak jalanan masih ada di beberapa wilayah ibukota.

Contohnya banyak kelompok anak jalanan yang muncul dikawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat. Padahal, kawasan GBK saat ini menjadi tempat yang dipersiapkan oleh Pemprov DKI untuk menyambut gelaran Asian Games pada Agustus 2018 mendatang.

Dika, salah satu anak jalan yang ditemui Kantor Berita Politik RMOL di kawasan GBK mengakui, kelompoknya ini sudah langganan mendatangi kawasan GBK setiap malamnya.


Sekelompok anak jalan ini biasanya nongkrong diatas trotoar di seberang GBK, beberapa meter dari pos polisi didepan traffic light Jl. Asia-Afrika. Tidak hanya itu, dari mereka ada yang menggelar tikar dan tidur di atas trotor dikawasan ini.

"Setiap malam kesini, saya bawa anak dua orang, dan teman saya punya satu anak," kata Dika, Selasa (17/7).

Ia menjelaskan akan keberadaan  kelompoknya memang mencari nafkah di sekitar kawasan GBK. Ia menambahkan, tiga anak kecil dan satu orang dewasa biasaya mengamen di traffic light Jl. Asia-Afrika.

Tak hanya itu, kadang juga juga mereka menjual tisu pada pengendara yang melintasi kawasan ini saat sedang menunggu lampu merah. Tidak jarang juga yang mendadak jadi Pak Ogah di kawasan GBK.

"Ngamen di lamupu merah situ, tapi kadang ngamen sambil jualan tisu juga. Markir di putaran balik di depan sini  (Depan GBK Jalan Asia - Afrika) biasanya ada dua orang yang jaga kalu malam ramai banget di situ, terus ada lagi yang nanti jaga di putaran balik di pintu masuk GBK di depan FX di sana ada dua putaran balik," papar Dika.

Hal ini menjadi tantangan tersendiri Pemprov DKI. Mengingat banyak dari anak gelandangan ini masih sering nongkrong dan membuat kawasan sekitar GBK menjadi kumuh dan semerawut. [fiq]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya