Berita

Foto/Net

Nusantara

Pemilihan Rektor ULM, Kredibilitas Menristekdikti Dipertaruhkan

SELASA, 17 JULI 2018 | 00:23 WIB | LAPORAN:

Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menrsitekdikti) Mohamad Nasir diingatkan untuk berhati-hati dalam proses pemilihan Rektor Universitas Lambung Mangkurat (ULM).

Apalagi salah satu kandidat diduga melakukan pembelian suara melalui dana Islamic Development Bank (IDB).

"Ini pertaruhan Nasir. Kredibilitasnya bisa jatuh jika salah menentukan sikap, terlebih karena ada dugaan pembelian suara," kata Direktur Center Centre for Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi saat dihubungi wartawan, Senin (16/7).


Menurut Uchok, Nasir harus belajar banyak dari kasus-kasus serupa yang sebelumnya terjadi. Jika Menristekdikti mengabaikan persoalan ini dan melanjutkan memilih rektor yang terindikasi curang, maka publik bisa menduga Menristekdikti turut ‘bermain’ di dalamnya.

"Itu berbahaya, makanya harus hati-hati. Langkah terbaik adalah melakukan verifikasi terhadap calon dimaksud dan mendiskualifikasi. Langkah kedua adalah verifikasi terhadap penyalahgunaan dana IDB itu sendiri," jelas Uchok.

Lebih lanjut, Uchok meniai sikap tanggap Nasir memang sangat diperlukan. Pasalnya, saat ini Kemenristekdikti memiliki kewenangan besar dalam proses pemilihan Rektor. Dengan memiliki 35 persen hak suara, praktis Kemenristekdikti bisa menentukan siapa rektor terpilih.

Dengan kewenangan tersebut, Menteri harus tanggap terhadap situasi yang terjadi. Jika salah memilih rektor akan fatal akibatnya.

"Bagaimana mungkin orang yang terindikasi pembelian suara bisa terpilih. Ini tidak hanya menyangkut integritas namun bisa merambah pada dugaan tindak pidana korupsi," jelas Uchok.

Proses pemilihan Rektor ULM memang memunculkan kontroversi. Pasalnya, satu di antara ketiga kandidat yang diusulkan kepada Kemenrsitekdikti, yaitu calon petahana Profesor Sutarto Hadi, diduga menggunakan dana IDB untuk menggalang suara.

Penggalangan suara diiduga dilakukan di sebuah hotel berbintang di Kota Banjarmasin, beberapa saat sebelum penyampaian visi dan misi. Dalam pemilihan tingkat Senat ULM, Sutarto Hadi yang diduga melakukan kecurangan tersebut memang memperoleh suara terbanyak yaitu 31 suara. Menyusul kemudian adalah Profesor Zairin Noor dengan 17 suara dan Profesor Hadin Muhjad dengan 9 suara.

Ketiga kandidat itulah yang diusulkan ke Kemenristekdikti untuk mendapatkan dukungan 35 persen suara. Namun hingga saat ini, Kemenristekdikti belum menjadwalkan puncak kandidat pemimpin kampus tertua di Kalimantan itu.

Awalnya, Panitia Pemilihan Rektor ULM dan Senat ULM menjadwalkan pada Jumat (20/7) akan digelar, namun Kemenristekdikti menunda tanpa batas waktu yang jelas.

"Alasan pihak Kemenristekdikti, berdasar konsultasi dengan Biro Sumber Daya Manusia (SDM) pada Rabu (11/7), masih dalam proses penelusuran rekam jejak terhadap tiga calon yang diusulkan ULM. Sampai hari ini, belum selesai penelusuruan itu," kata Ketua Panitia Pemilihan Rektor ULM, Rosihan Adhani kepada wartawan.

Atas dasar itu, menurut Rosihan, agenda gelaran pemilihan rektor pada Jumat (20/7) hampir bisa dipastikan batal. Apalagi, sampai kemarin, pihak Kemenristekdikti belum mengirim surat resmi soal agenda pemilihan Rektor ULM.

"Dengan kondisi ini, apalagi masa penelusuran rekam jejak para calon belum selesai, selalu ada saja kemungkinan calon rektor ULM didiskualifikasi. Jika memang itu berdasar temuan dari tim yang dibentuk Kemenristekdikti," kata Rosihan. [nes]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya