Berita

Foto: Samijo

Nusantara

Samijo Gelar Dzikir dan Doa Demi Keutuhan NKRI

SENIN, 16 JULI 2018 | 06:40 WIB | LAPORAN:

Santri Militan Jokowi (Samijo) menggelar dzikir dan doa bersama untuk menjaga persatuan dan perdamaian jelang penetapan calon presiden-calon wakil presiden 2019.

"Kami ingin semua elemen bangsa bersatu. Tidak terpecah-pecah oleh provokasi yang bernuansa SARA di Pilpres nanti. Khusus umat Islam, sekaranglah momentum untuk mempertahankan keamanan dan perdamaian negara," tutur koordinator I Samijo Kabupaten Pangandaran, Ustadz Yana dalam keterangannya.

Dihelat Minggu pagi (15/7), kegiatan doa dan dzikir bersama ini dipusatkan di Kecamatan Cigugur, Pangandaran, Jawa Barat. Sedikitnya seribuan orang memadati area dzikir dan doa untuk NKRI tersebut. Mereka terlihat khusyu memanjatkan doa demi kebaikan bagi bangsa dan negara.


Para peserta ini berasal dari berbagai latar belakang. Ada masyarakat umum, santri, para pimpinan pondok pesantren, hingga tokoh masyarakat di wilayah Pangandaran.

“Pesan yang ingin disampaikan melalui kegiatan ini sangat bagus. Kami juga gembira karena respon luar biasa ditunjukan oleh publik. Semua pasti menginginkan Pilpres yang damai,” terangnya lagi.

Ustadz Yana menambahkan, selain pesan damai, momentum ini juga dimanfaatkan sebagai halal bi halal. Ajang pertemuan dan menjalin ukhuwah bagi para ulama, termasuk elemet umat Islam yang terlibat dalam deklarasi Samijo.

"Kegiatan ini sangat luas maknanya. Semua bisa bersilaturahmi di sini, sembari bersyukur atas kegiatan Pilkada serentak yang lancar. Pelaksanaannya juga aman dan damai. Suasana kondusif ini tentu harus terus dipertahankan hingga Pilpres 2019 nanti," lanjutnya.

Hanya, tambah dia, Samijo merasa prihatin adanya upaya untuk memperkeruh suasana dengan meniupkan isu suku, agama, dan ras ke ranah politik.

Ustadz Yana menjelaskan, upaya kampanye negatif dengan melibatkan SARA harus dikikis. Bangsa ini jangan sampai dipecah belah hanya karena kepentingan kekuasaan dari kelompok tertentu.

"Keutuhan NKRI harus diutamakan. Politik yang mengatasnamakan SARA harus dilawan. Siapapun harus menghormati jasa para pendiri bangsa. Mereka itu sudah berjuang dan berdarah-darah untuk mendirikan negara ini. Sudah menjadi tugas kita untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan dari bangsa juga negara ini," tuturnya.

Melalui kegiatan Dzikir dan Doa untuk NKRI, Samijo pun berharap besar kepada para politikus yang terjun dalam konstelasi Pilpres tetap mengedepankan politik santun dan sehat. Lalu, sikap fair dikedepankan dengan tidak meniupkan hoaks untuk menjatuhkan karakter dari lawan politiknya.

"Rasa kebangsaan harus dijaga. Ini adalah identitas dari maysarakat Indonesia,” tegasnya.

Hal senada diutarakan koordinator II Samijo Kabupaten Pangandaran Wowo Kustiwa. Menurut dia, pesan moral lain yang ingin ditiupkan Samijo adalah menjaga soliditas ulama dan umara. Keduanya harus saling bersinergi untuk menumbuhkan soliditas.

Sebagai relawan, kata dia, Samijo juga turut mendoakan Jokowi. Bagi Samijo, rapor dan kinerja pemerintah di bawah kepemimpinan Jokowi secara umum juga sangat positif.

"Doa keselamatan bagi Pak Jokowi selaku umars, sekaligus mendoakan Bangsa Indonesia agar selalu baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur. Indonesia menjadi negeri yang subur, makmur, adil dan aman. Di mana yang berhak mendapatkan haknya, lalu yang berkeajiban melaksanakan kewajibannya. Diberi anugrah atas kebaikannya," tutur Wowo.[wid]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya