Berita

Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji.

Nusantara

Indra Charismiadji: PPDB Zonasi Meningkatkan Angka Partisipasi Murni

JUMAT, 13 JULI 2018 | 09:00 WIB | LAPORAN:

Sekolah diharapkan turut berperan aktif dalam memecahkan masalah yang mengemuka dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Hal ini antara lain menyangkut siswa yang belum mendapatkan sekolah.

Pengamat Pendidikan dari Eduspec Indonesia, Indra Charismiadji, mengatakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) zonasi meningkatkan Angka Partisipasi Murni (APM) atau proporsi anak yang masih bersekolah pada kelompok umur tersebut.

"Aturan ini meningkatkan APM, karena selama ini yang menikmati sekolah gratis itu anak-anak dari keluarga kaya karena syarat masuk menggunakan nilai Ujian Nasional (UN)," ujarnya di Jakarta, Kamis (12/7).


Selama pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla, APM hanya meningkat tidak lebih dari satu persen, meskipun sudah ada Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Tanpa adanya zonasi, yang menikmati sekolah gratis hanya anak golongan ekonomi menengah keatas, karena syarat masuk menggunakan nilai UN. Anak yang berasal dari ekonomi keatas bisa mengakses bimbingan belajar, kursus, buku pelajaran yang lengkap hingga gizi yang lengkap daripada anak miskin, jelas dia.

Sementara siswa yang berasal dari keluarga miskin, lebih banyak sekolah di swasta. Bisa dibayangkan kualitas sekolah swasta seperti apa, karena gaji gurunya saja disesuaikan dengan kemampuan biaya sumbangan pendidikan anak.

Sehingga tidak ada bedanya, anak yang sekolah dan tidak sekolah.

Melalui PPDB zonasi, akan mengubah kondisi itu karena dapat memberikan pemerataan pendidikan.

Jika PPDB zonasi tersebut terus berlanjut maka dapat menciptakan pemerataan pendidikan.

Selama ini, jika sekolah tersebut diisi anak-anak pintar maka guru tidak memiliki tantangan. Dengan sistem zonasi itu pula, tidak ada lagi kasta dalam pendidikan.

Jadi tidak ada lagi sekolah favorit karena pelayanan harus sama, tambahnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy meminta sekolah agar aktif mencari siswa yang belum mendapatkan sekolah.

"Sekolah harus aktif mencari siswa yang belum mendapatkan sekolah. Kepala sekolah tidak perlu mengajar, tugasnya termasuk mencari itu (siswa yang belum mendapatkan sekolah)," ujarnya.

Kepala sekolah tidak lagi punya beban mengajar. Untuk itu, dia meminta kepala sekolah agar aktif mencari siswa. Mendikbud menegaskan, siswa-siswa harus dipastikan tertampung di sekolah.

Kalau anak itu tidak masuk sekolah, maka harus masuk program kesetaraan.

Ia meminta adanya kerja sama atau keterpaduan antara lembaga pendidikan formal di bawah Dikdasmen dan formal kesetaraan untuk mengejar target wajib belajar sembilan tahun, bahkan 12 tahun. [rry]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya