Berita

Foto/Net

Nusantara

Pilkada Papua Dijaga 1.000-an Personel Gabungan Polisi-TNI

Heli Pengangkut Logistik Ditembaki
JUMAT, 13 JULI 2018 | 09:31 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua kembali menembaki helikopter pengangkut logistik pilkada di wilayah itu. Papua masih belum benar-benar kondusif.

Kepala Bidang Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal menuturkan, peristiwa penembakan terjadi kemarin.

"Helikopter itu sebenarnya digunakan untuk transportasi mengangkut logistik. Nah, kemarin justru ditembaki saat membawa logistik. Karena ditembaki kita kejar dong. Mereka malah ngeklaim diserang," kata Mustofa kepada wartawan, kemarin.


Hingga saat kini, aku Mustofa, TNI dan Polri terus bersiaga setelah tragedi penyerangan pesawat oleh KKB di Kenyam, Kabupaten Nduga pada 22 Juni dan 25 Juni 2018 lalu. Sebagai antisipasi serangan lanjutan, TNI dan Polri menyiapkan pasukan di Nduga Papua, dengan jumlah lebih banyak.

"Setelah penyerangan itu, mereka stand by (siap) di sana. Kalau ada kabar dibombardir segala macam itu bohong. Mereka suka koar-koar mun­cul, tapi giliran disamperin dikejar (kabur). Jadi kita masih mengejar pelaku penyerangan kemarin. Bukan operasi, kalau operasi bahaya amat bahasanya," ungkapnya.

Mustofa menegaskan, keberadaan personel di daerah Papua semata untuk menciptakan rasa aman dan kondusif. Bahkan, ia merasa kasihan kepada anak buahnya yang sedang bertugas justru dituduh melakukan pe­nyerangan.

"Kasihan personel di lapangan,keluarganya juga, capek-capek menghadapi KKB, sama nyawa taruhannya, tapi diberitakan macam-macam. Kita dibilang nyerang, kasihan kalau opinimasyarakat buruk terus ke aparat," pungkasnya.

Pilkada Paniai Dijaga Ketat


Musofa juga menjelaskan tentang Pemilihan Bupati-Wakil Bupati Paniai, Papua. Dia bilang, bakal mengawasi secara ketat pilkada tersebut dengan menu­runkan seribu personel gabungan. Saat ini seluruh personel sudah berada di Enarotali, Ibukota Kabupaten Paniai dan siap melaksanakan pengamanan.

"Polisi dibantu TNI siap mengamankan Pilkada Paniai yang dijadwalkan digelar 25 Juli mendatang. Sekitar seribuan personel untuk pengamanan agar pilkadakondusif," ujar Mustofa, kemarin.

Menurut dia, banyaknya personil dikerahkan untuk pengamanan karena kondisi geografi serta masalah lainnya. "Saat ini, kondisi kamtibmas secara keseluruhan di Paniai kondusif," akunya.

Anggota KPUD ProvinsiPapua Tarwinto secara terpisah memas­tikan Pilkada Paniai akan dihelat 25 Juli mendatang. KPUD Papua sedang berkoordinasi dengan berbagai pihak guna terlaksananya pilkada.

Pilkada Paniai diikuti dua paslon. Yakni Meki Nawipa-Oktopianus Gobay dan Hengki Kayame-Yeheskiel Teneuyo. "Jumlah pemilih di Kabupaten Paniai tercatat 100.843 orang. Mereka akan memilih di 266 TPS," ujarnya.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Papua Metusalak Infandi berharap seluruhpihak berkomitmen agar sece­patnya menyelesaikan pelaksanaan Pilbup di Paniai.

"Aparat keamanan bertang­gung jawab untuk memastikan pelaksanaan Pilbup Paniai ber­jalan aman. Tak boleh ada lagi penundaan pilkada," tuturnya.

Diketahui, jadwal pemilihan Bupati-Wakil Bupati Paniai molordari jadwal karena masalah keamanan. Sebelum hari pen­coblosan 27 Juni ada ketegangandiantara masyarakat terkait jumlah pasangan calon bupati. Masyarakat setempat sampai menginap dengan cara mendirikan tenda disekitarkantor KPUD Paniai. Meski ditunda, tapi pemungutan suara buat Pemilihan Gubernur (Pilgub) Papua sudah dilakukan.

Pilgub Papua 2018 dimenang­kan pasangan Lukas Enembe-Klemen Tinal. Pasangan pe­tahana ini memperoleh 67,54 persen suara. Sedangkan pasan­gan nomor urut 2, John Wempi Wetipo-Habel Melkias Suwae raih 32,46 persen suara.

Perolehan suara sah dalam rekapitulasi mencapai 2.871.547 suara atau 84,18 persen dan suara tidak sah 539.670 suara atau 15,82 persen dari jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ditetapkan sebesar 3.411.217 suara.Yang mendapat 67,54 persen dukungan atau 1.939.539 suara. ***

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya