Berita

Foto/RMOL

Politik

PDIP Heran Nama Kadernya Tak Ada Dalam Hasil Survei LSI Denny JA

KAMIS, 12 JULI 2018 | 01:26 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) oleh Denny JA telah mengerucutkan lima nama calon wakil presiden yang paling tepat mendampingi Presiden Petahana Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Namun dari kelima nama tersebut, tidak ada satupun kader PDIP yang masuk sebagai salah satu cawapres tersebut.

Hal ini dipertanyakan oleh Sekretaris Badan Pendidikan dan Pelatihan PDIP, Eva Kusuma Sundari yang merasa aneh sendiri sehingga meragukan kredibelitas dari hasil survei tersebut.

"Elemen PDIP kok tidak dihitung di situ, padahal kita elektabilitasnya tertinggi, jadi agak aneh LSI ini," ujar Eva Kusuma Sundari kepada Kantor Berita Politik RMOL di ruang kerjanya, Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (11/7).


Ia juga mempertanyakan siapa-siapa saja yang ada dibalik expert judgement yang berani mengurucutkan kelima nama cawapres tersebut.

"Justifikasinya (LSI Denny JA) adalah 'expert meeting' dan kita tidak tahu expert meetingn-ya itu siapa saja, ojo ojo orang Golkar kabeh," ujarnya.

Seperti yang diketahui bahwa kelima nama cawapres hasil rembukan 'expert judgement' yang dirilis oleh LSI Denny JA tersebut diantaranya adalah Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto di peringkat pertama tertinggi.

Lalu ada Mahfud MD di peringkat kedua, Tito Karnavian di peringkat ketiga, Moeldoko di peringkat keempat, dan terakhir Sri Mulyani di peringkat kelima. [fiq]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Gandeng Boulevard Coffee, Bank Syariah Nasional Perkuat Ekosistem Transaksi Masyarakat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 17:23

15 Tahun Mengaspal, 70 Mitra Driver Dapat Hadiah Umrah dari Gojek

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 16:11

AADI Laporkan Pengalihan Saham Hasil Buyback Lewat Bursa

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:12

Kebakaran di Belakang RS PIK, Asap Tebal Membubung

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:11

Peradi Profesional Jakarta Dilantik, Harris Arthur: Integritas Adalah Marwah Advokat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 15:02

Purbaya Girang, Danantara Setor Dividen Rp120 Triliun ke Kas Negara

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:56

Chevron Siap Perluas Proyek Minyak di Venezuela

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:39

Kuota Internet Tak Boleh Hangus, Operator Wajib Beri Pilihan

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:26

Amandemen UUD 1945 Didahului Pemufakatan Jahat

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 14:12

Aktivis Senior Ingatkan Sudah Saatnya Kembali ke UUD 1945 Asli

Sabtu, 29 Agustus 2026 | 13:39

Selengkapnya