Berita

Foto/Net

Politik

Anies Dan Sandiaga Uno

RABU, 11 JULI 2018 | 19:29 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

NEARLY all men can stand adversity, but if you want to test a man's character, give him power. Begitu kata Abraham Lincoln.

Karakter seseorang baru tampak saat dia berkuasa. Ada ex aktifis kere. Naik-turun angkot. Blepotan. Setiap hari hirup asap knalpot. Mukanya kumuh akibat kebanyakan radikal bebas. Gayanya langsung berubah saat jadi anggota DPR.

Tadinya nangkring di pojok warteg. Tidur di atas pohon. Setelah jadi pegawai istana, life style-nya naik. Sekarang sering nongkrong di hotel borobudur, ngewine, nyigar dan ditemani cewek-cewek cantik.  


Ada figur ramah, berubah jadi pemarah saat jadi gubernur. Jadi susah ditemui. Susah diajak ngobrol. Jadi suka marah. Sewotan. Congkak.

Kekuasaan mengubah aktifis kere dan orang itu. Karakter aslinya muncul.

You know, Anies Baswedan dan Sandiaga Salahudin Uno. The dynamic duo. Gubernur dan Wagub Jakarta. Dwi Tunggal.

Dua orang ini nggak berubah. Malah semakin down to earth. Iya, mereka lebih kurus sekarang. Anies turun 15 kilogram. Sandi turun 1-2 kilogram. Satu-satunya perubahan mungkin kesibukan dan jadwal acara mereka.

Mereka muslim yang baik. Sandi masih puasa senin-kamis. Salat Duhanya panjang. Kalo ketemu teman, dia pasti peluk dan kecup tangannya. Dia tetap kocak dan humoris. Every one will be happy around him.

Anies masih santun kepada orang yang lebih tua dan siapa saja. Good listener. Zikir hati tak putus. Dia masih mampir ke warteg dan salat di musholah emergency di Kampung Aquarium saat waktu salat memanggil di tengah perjalanan dinasnya.

Saya kira, "kekuasaan" tidak membuat Anies-Sandi lupa diri. Di tangan mereka, power is nothing but a mere of illusion. THE END. [***]


Penulis adalah kolumnis dan aktvis Komunitas Tionghoa Anti-Korupsi (Komtak)


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Menteri Ekraf: Kreativitas Tak Bisa Dihargai Nol atau Dipatok

Jumat, 03 April 2026 | 20:06

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

Harga Plastik Dalam Negeri Meroket, Ini Kronologinya

Jumat, 03 April 2026 | 19:42

Kapolda Riau Perketat Penanganan Karhutla Hadapi Ancaman Super El Nino

Jumat, 03 April 2026 | 19:18

Upacara Penghormatan UNIFIL untuk Tiga Prajurit TNI di Lebanon

Jumat, 03 April 2026 | 19:01

Labirin Informasi pada Perang Simbolik

Jumat, 03 April 2026 | 18:52

KPK Siapkan Pemeriksaan Ono Surono Usai Penggeledahan

Jumat, 03 April 2026 | 18:35

BNPB: Tidak Ada Tambahan Korban Gempa Magnitudo 7,6 Sulut dan Malut

Jumat, 03 April 2026 | 18:31

Resiliensi Bangsa: Dari Mosi Integral 1950 hingga Geopolitik Kontemporer 2026

Jumat, 03 April 2026 | 18:03

FWP Polda Metro Hibur Anak Yatim ke Wahana Bermain

Jumat, 03 April 2026 | 17:45

Selengkapnya