Berita

Foto/Dok

Nusantara

Kowani Gelar Diskusi 90 Tahun Perjuangan Perempuan Indonesia

RABU, 11 JULI 2018 | 17:26 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggelar diskusi di ruang Kartini kantor Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.

Diskusi publik ini dihadiri kurang lebih sebanyak 250 peserta, termasuk dari pengurus dan organisasi anggota Kowani.

Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo menjelaskan diskusi dengan tema 90 Tahun Perjuangan Perempuan Indonesia Menjadi Ibu Bangsa Sejati Dalam Rangka Mewujudkan Indonesia Jaya ini menghadirkan Dra. Sjamsiah Ahmad MA, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. dan Prof. Dr. R. Siti Zuhro MA sebagai narasumber.


Kehadiran mereka, sambung Giwo  untuk mengoptimalkan kegiatan Temu Nasional yang akan dilaksanakan pada 12 September 2018 di Hotel Grand Inna Malioboro, Yogyakarta.

"Temu Nasional ini merupakan kegiatan Kowani untuk memposisikan diri sebagai bagian integral dari program dunia," kata Giwo melalui pesan elektronik, Rabu (11/7).

Menurutnya, Temu Nasional tersebut nantinya akan dihadiri 1000 perempuan dari organisasi yang tergabung di Kowani, BKOW, GOW dan organisasi lainnya dari seluruh Indonesia dan rencana akan dibuka oleh Menteri Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan RI.

Giwo mengatakan, dengan motto "Kowani Berdaya, Perempuan Berkarya, Negara Jaya", akan membahas perjuangan perempuan Indonesia dari awal pergerakan mengisi kemerdekaan hingga waktu yang akan datang.

"Dan bagaimana perempuan Indonesia menjadikan dirinya sebagai Ibu Bangsa yang sejati dan bagaimana peran pentingnya dalam mewujudkan Indonesia Jaya," ujarnya.

Giwo menjelaskan, Kowani merupakan federasi organisasi wanita tertua dan terbesar di Indonesia yang sekarang memiliki 95 organisasi wanita di tingkat pusat. Kowani didirikan melalui Kongres Perempuan pertama pada tanggal 22 Desember 1928 oleh Perempuan Indonesia untuk membantu memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Tanggal tersebut sekarang ditetapkan sebagai 'Hari Ibu' di Indonesia. Pada tahun 1935, Kongres menghasilkan keputusan bahwa wanita Indonesia wajib menjadi Ibu Bangsa yang mengutamakan peran wanita dalam mempersiapkan generasi penerus yang sehat jasmani dan rohani, jujur, rajin, berkarakter, cakap, pintar.

"Kemudioan berpengetahuan, tahan uji, kreatif, inovatif, unggul dan berdaya saing, berwawasan luas dan memiliki wawasan kebangsaan yang militan tak mudah menyerah, kokoh tergoyahkan dan membanggakan untuk Indonesia," jelasnya.

Saat ini, lanjut Giwo, Kowani yang menangani sejumlah masalah untuk mengevaluasi potensi dan mengembangkan wanita dan anak-anak Indonesia. Secara keseluruhan, action utama Kowani adalah memperjuangkan hak dan kesetaraan perempuan dibidang-bidang seperti Pendidikan, perekonomian, kesehatan, hukum dan lingkungan hidup.

"Kowani juga bergerak aktif dalam lingkup Internasional. Kowani mengambil peran utama di tingkat Internasional untuk mendorong dan mengembangkan potensi untuk berpartisipasi aktif dalam forum regional dan internasional dengan bergabung pada organisasi ICW, ACWO dan pengakuan yang diterima dari badan PBB UN-ECOSOC," ujarnya. [nes]

Populer

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

PT DSI Resmi jadi BUMN dan Siap Buka Rekrutmen

Senin, 25 Mei 2026 | 23:14

Pengacara Blueray Cargo Ragu Amplop Suap Kode 1 Diterima Dirjen Bea Cukai

Selasa, 26 Mei 2026 | 23:19

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

UPDATE

Prabowo Ingin Tunjukkan RI Bukan Objek Perebutan Pengaruh Global

Senin, 01 Juni 2026 | 04:03

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

Delapan Gudang Kendaraan Bodong di Deli Serdang Digerebek, 135 Motor Disita

Senin, 01 Juni 2026 | 03:29

Kampung Rambutan Dipadati Penumpang Arus Balik Iduladha

Senin, 01 Juni 2026 | 03:19

Herdinata Tega Bunuh Temannya Gegara Handphone Diambil

Senin, 01 Juni 2026 | 03:09

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Diplomasi Pertahanan Indonesia Lebih Antisipatif terhadap Ancaman Global

Senin, 01 Juni 2026 | 02:25

Agustus 1945: Ketika Jakarta Kota Tanpa Tuan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:14

Cegah Penyimpangan Seks, Yayasan Humaniora Nikahkan Pasangan Pemulung

Senin, 01 Juni 2026 | 01:47

46 Persen Anggota DPR Fraksi Gerindra Tak Patuh Lapor LHKPN

Senin, 01 Juni 2026 | 01:29

Selengkapnya