Berita

Foto/Net

Nusantara

Demi Masuk Sekolah Favorit, Surat Miskin Pun Dipermainkan

SELASA, 10 JULI 2018 | 05:46 WIB | LAPORAN:

Penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2018 diwarnai banyak polemik, juga kecurangan. Contohnya di sejumlah SMA di Brebes, Jawa Tengah. Sebanyak 259 Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) bodong digunakan orang tua demi memasukkan anaknya ke sekolah favorit. Untungnya, SKTM ini dapat diketahui, dan pendaftarnya langsung dicoret.

Ketua DPR Bambang Soesatyo geleng-geleng kepala dengan kasus SKTM itu. Dia pun meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memperketat pengawasan penggunaan SKTM di sekolah-sekolah seluruh Indonesia.

"Peristiwa serupa tidak boleh terulang," ucap politisi Partai Golkar ini di Gedung DPR, Jakarta,Senin (9/7).


Selama ini, sekolah diwajibkan memberikan kouta minimal sebanyak 20 persen bagi calon siswa tidak mampu. Ini berdasarkan ketentuan Permendikbud Nomor 14/2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru. Dengan menyertakan SKTM, calon siswa itu bisa diterima sekolah favorit di lingkungannya. Tak peduli nilai hasil ujian calon siswa tersebut tidak memenuhi syarat.

Dalam praktiknya, SKTM ini disalahgunakan. Terbukti, sebanyak 259 calon siswa di Brebes yang memakai SKTM tersebut adalah anak orang mampu. Mereka menggunakan STKM itu sebagai jalur tol agar bisa masuk sekolah tujuannya.

Bambang menganggap, SKTM bodong tersebut sebagai kejahatan. Gara-gara SKTM bodong tersebut, siswa tak mampu betulan bisa tersingkir dari persaingan. Makanya, polisi harus turun untuk mengusutnya.

"Kepolisian bisa mengefektifkan unit intelijennya guna mengusut pihak-pihak yang terlibat dalam pemalsuan SKTM tersebut. Kemudian, menindak tegas pihak yang melakukan penipuan dan kebohongan tersebut," tegas politisi yang akrab disapa Bamsoet ini.

Kepada masyarakat, Bamsoet mengimbau untuk bijaksana. Masyarakat harus dapat memahami dan mengikuti syarat-syarat untuk dapat memiliki SKTM.

"Agar tujuan SKTM dapat tepat sasaran," ujarnya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memastikan tidak akan tinggal diam dengan maraknya SKTM bodong di daerahnya. Begitu mendapat keluhan dari masyarakat, pihaknya langsung melakukan verifikasi ke lapangan atas semua pengguna STKM itu.

"Kami langsung tindaklanjuti keluhan masyarakat. Siswa pengguna SKTM bodong itu langsung kami coret dan gugurkan dari daftar PPDB," ucapnya.

Ganjar meminta warganya jujur dalam penggunaan SKTM. Pihaknya tidak akan memberi ampun terhadap pihak yang mencoba-coba curang dalam PPDB. Pihak yang curang akan ditindak tegas. [fiq]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Tokoh Reformasi Amien Rais, Megawati, Sultan HB X dan Gus Dur

Selasa, 12 Mei 2026 | 14:15

KPK Panggil Mantan Kepala BBPJN Stanley Cicero

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:55

Trump Geram Kuba Tak Kunjung Tumbang Meski Dihantam Embargo Minyak AS

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:54

UEA Diduga Diam-Diam Ikut Serang Iran

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:47

Juri Lomba Cerdas Cermat Jangan Antikritik

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:45

Dua Ajudan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq Digarap KPK

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:41

Purbaya Dorong Insentif Mobil Listrik di Tengah Ancaman Konflik Iran-AS Berkepanjangan

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:25

Gibran Puji Inovasi Transportasi Gratis Pemprov DKI

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:20

Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar di Kalbar Harus Diulang

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Aktivis Global Sumud Flotilla Alami Penyiksaan Selama Ditahan Israel

Selasa, 12 Mei 2026 | 13:18

Selengkapnya