Berita

Foto/Dok

Nusantara

TPF PWI Mulai Kumpulkan Informasi Untuk Mengungkap Kasus Muhammad Yusuf

SENIN, 09 JULI 2018 | 20:15 WIB | LAPORAN:

Tim Pencari Fakta (TPF) dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) berangkat ke Banjarmasin dan Kotabaru, Kalimantan Selatan untuk mengumpulkan informasi terkait karya jurnalistik dan kematian wartawan Muhamad Yusuf.

Tim yang bergerak ke Kotabaru yakni Sekretaris TPF Wina Armada dan dua anggota TPF Firdaus dan Zainal Hilmi.

Menurut Firdaus pihaknya akan menyampaikan data yang telah didapat. Saat ini TPF terus bekerja dan bergerak.


"Hari ini kita ke Banjarmasin dan Kotabaru, hasilnya nanti akan kita sampaikan," ujar Ketua PWI Banten ini.

Saat disinggung mengenai lambannya kerja TPF, Firdaus menjelaskan bahwa pihaknya memperhatikan akuraditas info serta menghindari perluang subjektivitas dalam hasil laporan nanti.

Ia meminta masyarakat untuk bersabar agar kasus ini bisa selesai dengan baik.

Sementara Wina menekankan bahwa pihaknya bekerja secara obyektif dan tuntas. Ia tidak mau hasil yang didapat malah menimbulkan masalah baru.

"Kita bekerja obyektif dan tuntas," tutup Wina.

TPF ini dibentuk PWI pada 21 Juni 2018. Sehari setelah dibentuk tim mulai bekerja dengan mengumpulkan dan mencocokkan data dan informasi kematian Yusuf.

Yusuf meninggal pada 10 Juni 2018 di Lembaga Pemasyarakat kelas II B Kota Baru Kalimatan Selatan. Yusuf dijebloskan ke penjara setelah menulis kisruh sengketa perebutan lahan di antara PT Multi Sarana Agro Mandiri (MSAM) dan warga Pulau Laut. Tulisan Yusuf disebut bermuatan provokasi, tidak berimbang, dan menghasut yang merugikan MSAM.

Yusuf dijerat Pasal 45A UU 19/2016 tentang Perubahan Atas UU 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Adapun ancamannya pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar. [nes]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya