Berita

Nusantara

Danny Pomanto: Kemenangan Kotak Kosong Tidak Direncanakan

JUMAT, 06 JULI 2018 | 08:29 WIB | LAPORAN:

. Keunggukan kotak kosong menjadi simbol masyarakat yang menginginkan sebuah kemajuan. Begitu tanggapan Danny Pomanto saat ditanyakan terkait kemenangan kotak kosong di Pilkada Kota Makassar beberapa waktu lalu.

"Saya pun kaget ketika masyarakat datang berbondong-bondong ke rumah saat proses quick count memenangkan kotak kosong," ungkap Danny kepada wartawan di Jakarta, Kamis malam (5/7).

Bahkan, masyarakat pendukung Danny meminta konvoi untuk merayakannya. Walikota Makassar itu pun menolak dengan alasan sederhana.


"Saya bilang tidak (perlu konvoi). Cukup dengan sujud syukur saja. Ini merupakan sesuatu yang tidak direncanakan. Saya cukup terharu dengan kedatangan masyarakat. Ini tidak ada hubungannya dengan saya yang mengontrol kotak kosong. Ini murni dari gerakan masyakarat," paparnya.

Menurut Danny, dirinya menilai masyakarat menginginkan sesuatu yang baru. Menginginkan kemajuan yang ada di Makassar saat ini, dapat dipertahankan dan ditingkatkan.

Lalu, seandainya pemilu Makassar ditunda hingga 2020, apakah Danny bersedia maju kembali?

"Saya belum mau berspekulasi. Yang namanya politik itu dinamis. Kita bicara yang sekarang saja. Saya saat ini fokus pada jabatan saya sebagai walikota. Andai masa jabatan saya berakhir besok, maka saya akan berkerja yang terbaik untuk rakyat," pungkasnya.

Pilkada Kota Makassar semula diikuti oleh dua pasangan calon. Yakni, Danny Pomanto-Indira Mulyasari dan Munafri Arifuddin-Andi Rachmatika.

Kemudian, KPU Makassar mencoret Danny Pomanto dan pasangannya karena tersandung kasus hukum. Imbasnya, Pilwalkot Makassar diikuti oleh calon tunggal, yaitu Appi-Cicu yang hanya melawan kotak kosong. Namun, kenyataan pahit harus dialami Appi-Cicu karena harus bertekuk lutut kepada kotak kosong. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya