Berita

General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar) Bambang Yusuf bersama dengan Direktur Utama (Dirut) PT. Ceria Nugraha Indotama Derian Sakmiwata (kaca mata) usai penandatanganan Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL).

Nusantara

Bangun Smelter, PT Ceria jadi Pelanggan Premium Platinum PLN

KAMIS, 05 JULI 2018 | 08:24 WIB | LAPORAN:

PT PLN (Persero) Wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, Barat (Sulselrabar) menandatangani Surat Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (SPJBTL) dengan PT. Ceria Nugraha Indotama (CNI), salah satu perusahaan tambang skala nasional yang tengah membangun pabrik pemurnian (Smelter) Nikel di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).

SPJBTL tersebut ditandangani oleh General Manager PT PLN (Persero) Wilayah Sulselrabar, Bambang Yusuf, dengan Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama, Derian Sakmiwata, Rabu (4/7), di Kantor PLN Wilayah Sulselrabar, Makassar.

Bambang Yusuf mengatakan, PT Ceria Nugraha Indotama (CNI) merupakan pelanggan Premium Platinum PLN terbesar di Indonesia bagian Timur dengan total daya sebesar 350 Juta VA yang disuplay dari tegangan tinggi sebesar 150.000 volt.


Realisasi daya ini akan berlangsung dalam tiga tahapan. Untuk tahap awal yang direalisasikan sebesar 118 juta VA yang akan dimulai pada bulan Januari tahun 2020. Tahap kedua pada bulan Juni 2020 sebesar 100 juta VA, tahap ketiga pada bulan Juni 2021 sebesar 150 juta VA.

Menurut Bambang, pelanggan premium platinum seperti PT CNI ini akan menjadi prioritas yang mendapat jaminan kontinuitas pasokan listrik tanpa padam dan akan mendapat kompensasi apabila mengalami pemadaman diluar rencana.

"Ini langkah PT Ceria menciptakan Indonesia raya. PLN Sulselrabar berkomitmen penuh untuk mendukung industri skala nasional yang dibangun oleh PT Ceria demi menunjang pertumbuhan ekonomi di daerah dan nasional," terang Bambang.

Direktur PT Ceria Derian Sakmiwata mengungkapkan, untuk mendukung kegiatan industri smelter Nikel PT CNI yang pembangunannya bertahap, yaitu tahap pertama pembangunan 2 Line, tahap kedua 2 line dan tahap ketiga pembangunannya 4 line maka sangat dibutuhkan pasokan daya listrik yang cukup besar dan memadai.

Sebagai perusahaan yang berkomitmen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional kata Derian, PT Ceria harus mengambil langkah untuk mendirikan pembangkit listrik (Power Plan) sendiri kendatipun membutuhkan investasi yang sangat besar.

"Kami sangat mengapresiasi dukungan PT PLN yang siap mensuplai listrik dengan daya besar untuk mendukung industri yang sedang kami bangun," jelasnya.

Selain dukungan PT PLN, Derian juga berharap pembangunan Smelter yang sedang dilakukan oleh PT Ceria mendapat dukungan penuh dari semua pihak, utamanya pemerintah, baik di daerah maupun ditingkat pusat.

PT Ceria yang baru beroperasi diakhir tahun 2017, dengan wilayah IUP seluas 6.785 hektar sudah menyerap tenaga kerja sekitar 900 orang yang 70 persen nya merupakan tenaga kerja lokal setempat.

"Kami berkeyakinan, industri smelter kami akan cepat beroperasi sesuai jadwal yang direncanakan jika didukung ketersediaan pasokan listrik yang memadai," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal Daerah (DPMD) Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Sulawesi Tenggara, Masmuddin yang turut hadir dalam acara ini menyampaikan apresiasinya kepada PLN Sulselrabar atas kerja kerasnya untuk menyediakan pasokan listrik bagi PT CNI.

"Kami sangat bangga karena PLN mampu menyakinkan kita bahwa PLN mampu menyediakan listrik untuk menopang aktivitas PT Ceria sebagai pioner industri smelter di Kolaka. Ini bukti nyata bahwa PLN sangat komitmen mendukung pertumbuhan ekonomi, daerah dan nasional," jelas Masmuddin. [rry]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya