Berita

Nusantara

Penelitian Banyak Masuk Jurnal Internasional, UIN Bandung Sabet Sinta Award 2018

KAMIS, 05 JULI 2018 | 05:54 WIB | LAPORAN:

Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung terus menggenjot penelitian ilmiah dan publikasi internasional.

Segala peneliti yang dilakukan civitas akademika UIN Bandung diarahkan untuk dapat diterbitkan di jurnal-jurnal ilmiah, terutama jurnal internasional.

Atas kebijakan ini, UIN Bandung sukses meningkatkan hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal ilmiah. Dalam tiga tahun terakhir, sebanyak 198 dokumen yang penelitian UIN Bandung diterbitkan di jurnal ilmiah yang terindeks di Scopus, pangkalan data pustaka yang mengandung abstrak dan sitiran artikel jurnal akademik yang bereputasi.


Atas keberhasilan ini, UIN Bandung diganjar Sinta (Science and Technology Index) Award 2018 dari Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti). Peningkatan jumlah hasil penelitian akademik yang dihasilkan UIN Bandung menjadi yang tertinggi di antara Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri.

Penghargaan itu diberikan langsung Menristek Dikti M Nasir ke Rektor UIN Bandung Prof Mahmud di Gedung Kemenristek Dikti, Senayan, Jakarta, Rabu (4/7). Mahmud pun amat bangga dengan penghargaan ini.

"Dulu hasil penelitian kami yang masuk jurnal belum nampak. Sekarang peningkatan kami menjadi yang tertinggi dan mendapatkan Sinta Award dari Kemenristek Dikti," ucap Mahmud.

Dia pun sedikit memberi bocoran mengenai keberhasilan itu. Kata Mahmud, sejak menjabat sebagai rektor pada 2015, dirinya memacu para civitas akademika untuk melakukan penelitian. Setiap hasil penelitian yang berhasil diterbitkan ke jurnal ilmiah akan mendapatkan reward besar dari kampus.

"Penelitian harus berbasis jurnal. Besarannya reward beragaman. Jika masuk jurnal internasional, rewardnya semakin besar. Hal ini ternyata dapat memacu rekan-rekan untuk melakukan penelitian dan menerbitkan di jurnal internasional," jelasnya.

Selain dalam penerbitan jurnal, Mahmud juga kini tengah melakukan percepatan guru besar terhadap para pengajar di kampusnya. Di tahun ada, ada 15 dosen UIN Bandung yang diangkat menjadi guru besar alias profesor.

"Saya tidak merasa tersaingi dengan banyaknya guru besar. Prinsip saya, semakin banyak guru besar semakin baik perguruan tinggi," tandasnya. [nes]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya