Berita

Wahidin Halim/RMOL

Nusantara

Dana Hibah Pemprov DKI Dirasa Gubernur Banten Masih Kecil

SELASA, 03 JULI 2018 | 08:26 WIB | LAPORAN:

Dana hibah yang diberikan Pemprov DKI Jakarta kepada daerah-daerah penyangga ibukota dirasa masih kurang.

Dijelaskan Gubernur Banten Wahidin Halim, Pemprov DKI Jakarta selama ini memang memberi bantuan keuangan kepada daerah-daerah penyangga, melalui pemda masing-masing yang nantinya akan digunakan untuk menunjang sarana dan prasarana umum.

Kerjasama yang dimaksud adalah Badan Kerja Sama Pembangunan (BKSP) Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur), dan Provinsi Banten masuk di dalamnya.


“Ada sih anggaran lewat BKSP Jabodetabekpunjur, tapi masih kecil. Kami minta dukungannya. Kemarin baru terbatas Rp 100 miliar kan seluruhnya untuk tiga kota," kata Wahidin dalam acara Pengukuhan Pengurus Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia (APPSI) di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Senin (2/7).

Sejak 2010, Pemprov DKI secara terus-menerus memberikan hibah untuk penanganan banjir di beberapa kabupaten, kota/kotamadya di daerah sekitar Jakarta melalui BKSP Jabodetabekpunjur. Dana hibah digunakan dalam bidang pendidikan, kebersihan, kesehatan, pengendalian banjir, penyamarataan tata ruang kawasan Jabodetabekpunjur, dan pengelolaan sampah.

Dikatakan Wahidin bahwa hampir setiap terjadi hujan besar, daerah pinggiran Tangerang seperti Ciledug kerap terjadi banjir. Hal ini disebabkan karena banyaknya permukiman warga yang bekerja di Jakarta, tinggal di daerah tersebut.

"Kalau dilihat dari beban daerah cukup berat kan karena manusianya kan tinggalnya di Tangerang. Kerjanya di Jakarta, beban berat. Transportasi kan juga di Tangerang, Tangerang kan banjir juga gara-gara daerah tempat orang tinggal. Jadinya kawasan yang tadinya tidak boleh dibangun, jadi dibangun rumah," tutupnya.

Atas alasan itu, mantan walikota Tangerang itu mengimbau agar penanganan banjir perlu diakomodasi dengan dana yang lebih.

“Hal ini akan digunakan untuk biaya normalisasi sungai dan pembangunan danau untuk daerah penyerap air,” tukasnya. [ian]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Perang di Meja Runding

Kamis, 09 April 2026 | 06:16

Kecanggihan Alat Perang AS-Israel Bisa Dikalahkan

Kamis, 09 April 2026 | 06:04

Polisi di Jateng Dilaporkan Usai Rekam Polwan Mandi

Kamis, 09 April 2026 | 05:36

Tatanan Baru Dunia di Bawah Naungan Syariah Islam dan Khilafah

Kamis, 09 April 2026 | 05:26

Pemuda di Solo Tanam Ganja di Rumah

Kamis, 09 April 2026 | 05:10

Polda Sumsel Pamerkan 1.715 Unit Motor Hasil Curian

Kamis, 09 April 2026 | 04:20

Bandung Masuk 5 Besar Destinasi Wisata Terpopuler di Asia

Kamis, 09 April 2026 | 04:16

Pemprov Jateng Gratiskan Bea Balik Nama Kendaraan Bekas

Kamis, 09 April 2026 | 04:01

Mental Baja di Ujung Kiamat, Iran Tetap Berkata ‘Tidak’

Kamis, 09 April 2026 | 03:30

Jusuf Kalla Tersinggung Berat Omongan Rismon

Kamis, 09 April 2026 | 03:28

Selengkapnya