Berita

Horas Marasi Silaen/Net

Hukum

Kapolres Pastikan Pilkada Taput Netral

SELASA, 03 JULI 2018 | 02:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kapolres Tapanuli Utara (Taput), AKBP Horas Marasi Silaen membantah isu anak buahnya tidak netral pada Pilkada Taput pekan lalu.

Horas memastikan seluruh anggota Polres Taput tunduk dan patuh atas instruksi Kapolri yang menyatakan polisi harus netral di Pilkada Serentak 2018.

"Instruksi dari Pak Kapolri sudah jelas, anggota Polri harus netral di Pilkada Serentak 2018 ini," kata Horas saat dihubungi, Senin (2/7).


Isu tidak netralnya polisi muncul setelah salah satu mantan Kapolres Taput maju sebagai kandidat calon bupati, sehingga ada masyarakat yang berasumsi bahwa polisi Taput tidak akan netral.

"Netralitas kami di Pilkada Serentak jangan diragukan, saya sudah perintahkan seluruh kapolsek untuk tetap netral dan terus berkoordinasi untuk mengawasi proses Pilkada Taput hingga tuntas," ujar Horas.

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris Sitorus mengatakan, Kapolres Taput sudah objektif dan berdedikasi mengawal proses Pilkada Taput.

"Tidak ada indikasi sedikit pun bahwa Kapolres Taput tidak netral, mungkin kalau dari kacamata orang lain itu bisa saja, kalau  memang dia tidak netral mana buktinya," ucap Tigor.

Menurut Tigor, Jokowi Watch menilai Kapolres Taput cukup netral, cukup arif dan bijaksana dalam mengawasi proses Pilkada di Taput.

"Memang ada asumsi sulit mempertahankan netralitas polisi karena salah satu kandidat calon bupati berasal dari kepolisian. Tapi itu tidak benar," Demikian Tigor. [nes]


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya