Berita

Moeldoko/Net

Nusantara

HKTI Dorong Pemerintah Terapkan Modernisasi Pertanian

SABTU, 30 JUNI 2018 | 22:08 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Di negara maju, sektor pertanian memiliki kecenderungan menggunakan teknologi tinggi.

Setiap benih, bibit, alat dan mesin pertanian selalu ditingkatkan dengan inovasi baru. Tujuannya, agar hasil bumi meningkat dan mampu mengimbangi laju pertumbuhan penduduk.

Begitu kata Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Moeldoko dalam penutupan acara Asian Agriculture and Food Forum (ASAFF) 2018, Sabtu (30/6).


Dia menjelaskan bahwa negara yang memiliki tingkat kemajuan di pertanian pasti memiliki high innovation.

"Petani kita, pertanian Indonesia, hanya bisa berkembang karena teknologi. Sementara ini masyarakat kita masih hampir sebagian tradisional," kata Kepala Staf Kepresidenan ini

HKTI, sambungnya, sudah melakukan beberapa inovasi pertanian. Salah satunya, telah menemukan benih padi yang berumur 70 hari bisa menghasilkan delapan ton per hektare.

"Saya juga punya M500 hasilnya sembilan ton," lanjutnya.

Lebih lanjut, Moeldoko mendorong pemerintah untuk menerapkan modernisasi pertanian. Paradigma yang mengedepankan teknologi dan riset harus menjadi budaya petani, sehingga bisa tercipta kesejahteraan.

"Kami berharap, petani dari waktu ke waktu sudah terbiasa menggunakan teknologi sebagai upaya meningkatkan produksi,” kata Moeldoko,

Tidak hanya padi, HKTI juga telah berhasil menemukan bibit kentang unggul. Hasil pengembangan kentang ini bisa mencapai produktivitas 30 ton per hektare atau dua kali lipat dibanding dengan bibit kentang sebelumnya.

Adapun gelaran ASAFF ini telah menghasilkan sejumlah kerja sama bilateral dengan negara lain. Kerjasama terjalin dengan negara-negara yang maju di bidang pertanian, seperti Taiwan dan Thailand.

"Kami HKTI telah bangun komunikasi dan akan MoU dengan negara-negara yang memiliki high technology di bidang pertanian agar terjadi transformasi teknologi, transformasi culture, knowledge dan seterusnya," tukas mantan Panglima TNI itu. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya