Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

PILKADA JABAR 2018

KPU Pastikan Tak Ada "Pemilih Siluman" Di Bandung

SABTU, 30 JUNI 2018 | 18:37 WIB | LAPORAN:

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Bandung akhirnya angkat bicara soal adanya dugaan pelanggaran di dua TPS di wilayahnya saat Pilkada Jawa Barat 2018 yang digelar secara serentak, Rabu (27/6) lalu.

Divisi Sosialisasi dan Partisipasi Masyarakat, Yudaningsih mengatakan, usai dilakukan pemeriksaan, ternyata nama Joko Santoso sudah tercatat di DPT. Hanya saja, C6 yang diberikan KPPS tidak diterima yang bersangkutan karena sedang mudik.

"Jadi tidak ada pemilih ilegal disana. Pemilih (Joko) yang pada saat pencoblosan tak membawa C6 itu setelah ditelusuri sudah memiliki surat administrasi berupa suket yang dikeluarkan oleh kepala desa sindang panon," kata Yuda, seperti diberitakan Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (30/6).


Dia menambahkan, di TPS 3 pihaknya juga melakukan penelitian terkait adanya selisih angka dari daftar hadir dan rekapitulasi suara. Begitu dilakukan penghitungan ulang termasuk melihat daftar pemilh tambahan angkanya menjadi sesuai.

"Dengan demikian unsur untuk dilakukan PSU (pemungutan suara ulang) tidak terpenuhi. Sampai dengan berakhirnya rapat rekapitulasi perhitungan suara panwascam Soreang tidak mengeluarkan rekomendasi terkait PSU di TPS tersebut," katanya.

Untuk diketahui, pasca pemungutan suara beberapa dugaan pelanggaran terdeteksi pihak panitia pengawas dilapangan. Seperti di TPS 19 Komplek Permata, Desa Sindang Panon, Kecamatan Banjaran, ada warga ilegal yang terlaporkan ikut mencoblos.

Pelanggaran kembali terdeteksi tepatnya di TPS 3 Kampung Lebak Wangi, Desa Cingcin, Kecamatan Soreang. Dilokasi ini pengawas menemukan keganjilan data bila didaftar hadir C7 terdapat 407 pemilih tetapi pada saat rekapitulasi suara muncul angka 446. [sam]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya