Berita

Foto: Net

Nusantara

Malam Ini, TMP Bersama GP Ansor Dan BMI Gelar Syawalan Di Jogja

SABTU, 30 JUNI 2018 | 14:47 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia yang beragam. Sebagaimana di Indonesia, Yogyakarta dikenal dengan masyarakat yang heterogen serta tempat berkumpul dan bersemainya semua budaya Indonesia.

Di kota budaya ini, ragam budaya Indonesia bisa hidup, tumbuh dan berkembang secara berdampingan dalam damai.

Karena itu, bukan tanpa alasan bila Taruna Merah Putih (TMP) bekerjasama dengan GP Ansor dan Banteng Muda Indonesia (BMI) menggelar acara Syawalan dan Gelar Budaya dengan tema "Merajut Kebhinnekaan, Merawat Pancasila". Acara ini merupakan wujud nyata TMP, Ansor, dan BMI dalam menjaga dan merawat Indonesia.

Dalam acara yang akan digelar nanti malam ini, Sabtu (30/6), dihadirkan banyak penampilan budaya dari ragam daerah seperti barongsai dan liong, tari Jawa, tari Bali, reog Ponorogo dan seni Hadroh.

Dalam acara yang akan digelar nanti malam ini, Sabtu (30/6), dihadirkan banyak penampilan budaya dari ragam daerah seperti barongsai dan liong, tari Jawa, tari Bali, reog Ponorogo dan seni Hadroh.

"Indonesia ini kuat, bersatu karena ragam budaya itu menjadi salah satu pilarnya. Dalam acara nanti malam ini kita akan berikrar untuk selalu menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tungga Ika," kata Ketua TMP Yogyakarta, Adi Prasetya kepada redaksi beberapa saat lalu.

Dalam acara ini, akan hadir sekitar 5.000 orang. Mereka terdiri dari jamaah majelis Dzikir Pondok Pesantren Al Hadi Sleman, serta dari anggota TMP dan BMI. Akan hadir pula sejumlah tokoh nasional seperti Ketua Umum DPP TMP, Maruarar Sirait.

"Buya Syafii Maarif juga kita undang, namun berhubung beliau sedang sakit dan tak bisa keluar malam, beliau tidak bisa hadir. Juga akan hadir Gus Ud, yang merupakan pimpinan pondok pesantren Dawan," kata Adi, yang juga anggota DPRD Yogyakarta.

Adi menambahkan bahwa penguatan budaya ini sangat penting terus dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat. Sebab selain karena budaya itu merupakan kepribadian bangsa Indonesia, juga karena pendekatan kebudayaan merupakan salah satu strategi menangkal paham-paham intoleran dan radikal yang bisa memecah belah bangsa Indonesia.

"Dengan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia, dengan budaya yang beragam, maka kita bisa menangkap segala pagam intoleran. Sebab sejatinya bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam. Maka TMP dan GP Ansor akan komitmen menjaga NKRI dan Pancasila," tegas Adi, yang sebagai kader TMP sangat mengidolakan dan berguru kepada Maruarar sebagai pemimpin yang tegas dan ideal. [rus]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Periksa Faisal Assegaf dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:56

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

UPDATE

Komisi I DPR: Kisruh Rating IGRS di Steam Picu Kegaduhan

Rabu, 08 April 2026 | 19:50

JK Jangan jadi Martir Pemecah Belah Bangsa

Rabu, 08 April 2026 | 19:41

Narasi Pesimis di Tengah Gejolak Global Ganggu Stabilitas Nasional

Rabu, 08 April 2026 | 19:19

Ulama Dukung Wacana BNN Larang Vape

Rabu, 08 April 2026 | 19:18

KAMMI: Kerusakan Lingkungan Tidak Bisa Selesai di Ruang Diskusi

Rabu, 08 April 2026 | 19:05

WFH Momentum Perkuat Layanan Digital

Rabu, 08 April 2026 | 19:02

Motor Listrik Operasional SPPG Sudah Direncanakan Sejak 2025

Rabu, 08 April 2026 | 19:00

Harus Melayani, Kader PKB Jangan jadi Tamu 5 Tahunan

Rabu, 08 April 2026 | 18:51

JK Minta Jokowi Tunjukkan Ijazah Asli Buat Akhiri Polemik

Rabu, 08 April 2026 | 18:44

7 Menu Warteg Paling Dicari Orang Indonesia

Rabu, 08 April 2026 | 18:42

Selengkapnya