. Yogyakarta merupakan miniatur Indonesia yang beragam. Sebagaimana di Indonesia, Yogyakarta dikenal dengan masyarakat yang heterogen serta tempat berkumpul dan bersemainya semua budaya Indonesia.
Di kota budaya ini, ragam budaya Indonesia bisa hidup, tumbuh dan berkembang secara berdampingan dalam damai.
Karena itu, bukan tanpa alasan bila Taruna Merah Putih (TMP) bekerjasama dengan GP Ansor dan Banteng Muda Indonesia (BMI) menggelar acara Syawalan dan Gelar Budaya dengan tema "Merajut Kebhinnekaan, Merawat Pancasila". Acara ini merupakan wujud nyata TMP, Ansor, dan BMI dalam menjaga dan merawat Indonesia.
Dalam acara yang akan digelar nanti malam ini, Sabtu (30/6), dihadirkan banyak penampilan budaya dari ragam daerah seperti barongsai dan liong, tari Jawa, tari Bali, reog Ponorogo dan seni Hadroh.
Dalam acara yang akan digelar nanti malam ini, Sabtu (30/6), dihadirkan banyak penampilan budaya dari ragam daerah seperti barongsai dan liong, tari Jawa, tari Bali, reog Ponorogo dan seni Hadroh.
"Indonesia ini kuat, bersatu karena ragam budaya itu menjadi salah satu pilarnya. Dalam acara nanti malam ini kita akan berikrar untuk selalu menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tungga Ika," kata Ketua TMP Yogyakarta, Adi Prasetya kepada redaksi beberapa saat lalu.
Dalam acara ini, akan hadir sekitar 5.000 orang. Mereka terdiri dari jamaah majelis Dzikir Pondok Pesantren Al Hadi Sleman, serta dari anggota TMP dan BMI. Akan hadir pula sejumlah tokoh nasional seperti Ketua Umum DPP TMP, Maruarar Sirait.
"Buya Syafii Maarif juga kita undang, namun berhubung beliau sedang sakit dan tak bisa keluar malam, beliau tidak bisa hadir. Juga akan hadir Gus Ud, yang merupakan pimpinan pondok pesantren Dawan," kata Adi, yang juga anggota DPRD Yogyakarta.
Adi menambahkan bahwa penguatan budaya ini sangat penting terus dilaksanakan di tengah-tengah masyarakat. Sebab selain karena budaya itu merupakan kepribadian bangsa Indonesia, juga karena pendekatan kebudayaan merupakan salah satu strategi menangkal paham-paham intoleran dan radikal yang bisa memecah belah bangsa Indonesia.
"Dengan kepribadian kita sebagai bangsa Indonesia, dengan budaya yang beragam, maka kita bisa menangkap segala pagam intoleran. Sebab sejatinya bangsa Indonesia adalah bangsa yang beragam. Maka TMP dan GP Ansor akan komitmen menjaga NKRI dan Pancasila," tegas Adi, yang sebagai kader TMP sangat mengidolakan dan berguru kepada Maruarar sebagai pemimpin yang tegas dan ideal. [rus]