Berita

Sudirman Said/RMOL

Politik

Sudirman Tunggu Pertimbangan Koalisi Partai Soal Melaporkan Penyerangan Timses

JUMAT, 29 JUNI 2018 | 16:49 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said masih mempertimbangkan proses hukum penyerangan terhadap tim suksesnya (Timses) menjelang masa tenang kampanye Pilgub Jateng, Kamis (20/6) malam.

Menurut Sudirman, bila disetujui oleh tim pemenangan dari masing-masing partai koalisi yakni PAN, Gerindra, dan PKS maka pihaknya akan membawa hal tersebut ke jalur hukum.

Sejauh ini pihaknya telah mencatat peristiwa tersebut sebagai bahan evaluasi serta dokumen yang menjadi laporan ke pihak kepolisian.


"Apakah itu akan sampai kepada pelaporan, tergantung nanti keputusan dari tim dan saya sepenuhnya menyerahkan kepada tim pemenangan yang dikelola partai koalisi," ujar Sudirman di kompleks parlemen, Senayan, Jumat (29/6).

Lebih lanjut ia menegaskan tidak akan berprasangka terhadap pihak manapun atas kasus tersebut walaupun kerugian yang diterima berdampak buruk terhadap berlangsungnya Pilgub Jateng.

"Akibat dari penyergapan itu uang untuk keperluan konsumsi saksi jadi terlambat datang dan persiapan-persiapan jadi terlambat, itu sedikit banyak berpengaruh kepada kesiapan saksi di lapangan," paparnya.

Sebelumnya timses Sudirman Said mendapat serangan di dalam toll saat perjalanan dari Jakarta menuju Semarang. Di tengah perjalanan itu mobil timses disergap oleh lima orang tidak dikenal dengan menodongkan senjata api.

Timses kemudian dibawa ke sebuah kantor serta dituduh sebagai bandar narkoba dan mencoba menyabotase uang konsumsi saksi Pilgub Jateng 2019.

"Si penodong itu bau minuman keras dan malam itu juga kita kehilangan jejak, semalaman tidak bisa dikontak dan baru kita bisa temukan orangnya (timses) pada 11.30 siang," ungkap Sudirman.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa tidak ada korban jiwa atas kasus tersebut dan uang konsumsi tersebut dapat diselamatkan namun berpengaruh terhadap keterlambatan.

"Tidak ada korban jiwa dan tidak ada kerugian secara materil karena uangnya berhasil diselamatkan tapi dampaknya logistik untuk saksi jadi telat," pungkasnya. [nes]
 

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya