Berita

Mustapha Salma/Net

Dunia

Sambut Kunjungan Kohler, Mustapha Salma: Bangsa Sahrawi Ditindas Polisario

JUMAT, 29 JUNI 2018 | 08:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pengungsi Sahara di kamp Tindouf di Aljazair yang dikuasai Polisario hidup dalam penindasan dan tidak memiliki kebebasan untuk mengutarakan pendapat atau untuk meninggalkan kamp itu.

Demikian disampaikan Mustapha Salma di akun Facebook miliknya, akhir pekan lalu. Pernyataan Mustapha Salma ini disampaikan untuk menyambut kunjungan Utusan Sekjen PBB untuk Sahara Barat, Horst Kohler di kawasan itu.  

Mustapha Salma adalah mantan kepala polisi Polisario. Tahun 2010 lalu ia melarikan diri dari kamp Tindouf. Sebelum melarikan diri, dia sempat ditahan dan mengalami penyiksaan.


Pasalnya, Mustapha Salma meminta agar pimpinan Polisario melakukan pembicaraan damai dengan Kerajaan Maroko. Permintaan ini disampaikan Mustapha setelah ia kembali ke tanah kelahirannya di Smara, Maroko, bulan Agustus 2010. Saat itu Mustapha Salma mengatakan, Sahara Barat yang berada di selatan Maroko mengalami perkembangan yang berarti.

Dalam pernyataan di akun Facebook miliknya, Mustapha Salma merujuk antara lain kasus pembunuhan seorang pemuda berusia 30 tahun, Brahim Ould Salek Ould Breika, di penjara D’Heiby di selatan Tindouf, Aljazair. Sampai hari ini, kata Mustapha, keluarga Brahim tidak diizinkan melihat jenazahnya.

"Tidak ada pengadilan untuk orang-orang Sahrawi yang dianggap menjadi musuh politik," kata Mustapha seperti dikutip dari SahabatMaroko.Com.

"Front Polisario yang menguasai orang Sahrawi, memerangi siapapun yang tidak setuju dengan mereka... Mereka dikubur secara rahasia," tambahnya.

Mustapha juga mengatakan, dukungan yang diberikan Aljazair untuk Polisario menghambat pembicaraan damai dan reunifikasi orang-orang Sahrawi dengan Kerajaan Maroko.

Kunjungan Kohler ke kawasan itu dilakukan menyusul pelanggaran yang dilakukan Polisario pada tanggal 20 Mei lalu di Tifariti, sebelah timur tembok pertahanan Maroko. Ketika itu Polisario merayakan apa yang mereka sebut sebagai peringatan 45 tahun perlawanan terhadap Maroko.

Padahal sebelumnya, pada 27 April, Dewan Keamanan PBB mengeluarkan Resolusi baru mengenai Sahara Barat yang isinya antara lain meminta agar Polisario mengurangi aksi kekerasan.

Kohler juga dijadwalkan berkunjung ke Tindouf bulan depan. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

KPK Periksa Pejabat Pemprov Jatim di Kasus Dana Hibah

Senin, 13 Juli 2026 | 14:40

Panen Raya TNI, Presiden Prabowo: Saya Bahagia Hari Ini

Jumat, 17 Juli 2026 | 22:57

UPDATE

Perjalanan Karier Nanik S Deyang dari Jurnalis hingga Pimpin Dewan Pengawas BGN

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:23

Deklarasi Gus Kikin Maju Ketum PBNU Tuai Protes Sejumlah PCNU Jatim

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:13

Pesan Menag di FABC: Sinodalitas Gereja Cermin Musyawarah dan Gotong Royong

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:08

Prabowo Restui Pengunduran Diri Nanik dari BGN, Siapkan Dewan Pengawas Baru

Rabu, 22 Juli 2026 | 10:06

Emas Antam Mulai Naik, Harga Buyback Tembus Rp2,38 Juta per Gram

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Prabowo Puji Keterlibatan Perwira TNI-Polri dalam Penanganan Bencana Sumatera

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:51

Saat Jakarta jadi Jembatan Persaudaraan Asia

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:45

IHSG Menguat, Rupiah Tertekan Rp17.913 per Dolar AS Jelang Rilis Suku Bunga BI

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:34

KPK Bongkar Dugaan Penyamaran Aset Bupati Lombok Barat, Pasal TPPU Disiapkan

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:29

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

Rabu, 22 Juli 2026 | 09:24

Selengkapnya