Berita

Foto/RMOL

Nusantara

Massa Demo Depan KPU Tuntut Pemilihan Ulang Pilkada Lahat

KAMIS, 28 JUNI 2018 | 15:01 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI didemo oleh puluhan mass, yang menuntut hasil kemenangan yang diperoleh salah satu paslon nomor urut 3 di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan. paslon tersebut adalah Cik Ujang-Haryanto.

Koordinator Gerakan Mahasiswa Pemberantas Bibit Koruptor, Agus Harta menjelaskan aksi tersebut tergerak atas dasar dugaan kecurangan yang telah dilakukan oleh paslon tersebut, selama masa kampanye sebelum Pilkada Serentak 2018.

"Tujuan Aksi kesini (KPU) untuk menyampaikan bahwa telah terjadi kecurangan atau money politic yang terbukti dengan video rekaman di Kabupaten Lahat yang mana dilakukan oleh pasangan Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati No. Urut 3, Cik Ujang-Haryanto, yang mana beliau melakukan kecurangan demokrasi dengan membagi-bagi kan uang sebesar Rp100.000-Rp 200.000 per orang kepada masyarakat," ujar Agus Harta di depan Gedung KPU RI, Jakarta, Kamis (28/6).


Sebelum ke KPU, Agus mengaku telah menyambangi kantor Bawaslu terlebih dahulu dan menyatakan Bawaslu akan segera memproses hal tersebut hingga tujuh hari ke depan.

"Sebelumnya kami ke Bawaslu menyampaikan video-video tersebut untuk ditindak tegas secara hukum, yang mana sanksi daripada pelanggaran tersebut sesuai dengan UU NOmor 10 Tahun 2016, itu bisa dipidana penjara selama 36 Bulan - 72 Bulan maksimal," paparnya.

"Dari Bawaslu sendiri menyampaikan bahwa terhitung dari tanggal 28 Juni ini mereka akan memproses sampai dengan 7 hari ke depan," tambahnya.

Agus Harta juga menyampaikan, tuntutan massanya kepada KPU untuk segera melaksanakan pemilihan ulang di Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan tersebut bila dari pihak Bawaslu menyatakan terbukti memang benar ada kecurangan.

"Jadi apabila nanti Bawaslu sudah menemukan dan itu terbukti, KPU harus segera melakukan pemilihan ulang, artinya ada koordinasi dari KPU Pusat dengan KPU di Kabupaten Lahat, begitu pula di Bawaslu," ujarnya.

Aksi massa tersebut sempat ricuh, di mana ada pendemo yang berusaha memanjat pagar KPU serta secara kompak bersama-sama mencoba merobohkan pagar KPU dari luar gedung.

"Goyangkan pagar KPU itu, lihat sekuat apa mereka bertahan dari Pemerintahan yang Jahat," teriaknya. [fiq]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya