Berita

Foto/Net

Politik

Merosot Di Pilkada Bukti Banyaknya Calon PDIP Yang Dipaksakan

KAMIS, 28 JUNI 2018 | 12:02 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Pengamat Politik dari Universitas Mercu Buana, Maksimus Ramses Lalongkoe menilai kemerosotan PDIP pada Pilkada 2018 kemarin, bukti banyaknya calon yang dipaksakan sehingga kurang menarik simpati masyarakat.

"Kalau soal merosot itu karena faktor personal calon yg kurang mengena di hati rakya. Sebab dari awal saya cermati banyak calon PDIP yang dipaksakan, tanpa melihat fakta elektabilitasnya," ujar Maksimus Ramses Lalongkoe kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan singkat, Kamis (28/6).

Ia juga menilai, faktor lawan tandingan juga kurang diperhatikan oleh PDIP di pilkada serentak tahun ini.


"Kedua, kualitas lawan politik PDIP lebih bagus ketimbang calon yang diusungnya dan ini harus jadi bhan evaluasi pdip dalam mengusung figur-figurnya ke depan," imbuhnya.

Namun bila dikaitkan dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang, Maksimus menolak hasil pilkada serentak berkorelasi langsung terhadap gelaran pemilihan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

"Kalau soal pengaruh (Pilkada 2018) ke Jokowi nampaknya tidak begitu (berpengaruh). Sebab tidak ada korelasi langsung sekarang dengan pilihan politik rakyat. Rakyat melihat partai itu hanya sarana saja atau alat untuk jadi pintu masuk bukan satu-satunya tempat untuk menang," pungkasnya. [fiq]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya