Berita

Foto/Net

Hukum

5 Jam Diperiksa, Danny Pomanto Jawab 62 Pertanyaan Polda Sulsel

MINGGU, 24 JUNI 2018 | 09:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Demi menghormati proses hukum, Walikota Makassar Mohammad Ramdhan 'Danny' Pomanto memenuhi panggilan Polda  Sulawesi Selatan (Sulsel) pada Sabtu (23/6) kemarin.

Danny datang untuk dimintai keterangan terkait kasus dugaan korupsi anggaran sosialisasi lingkup SKPD dan kecamatan.

Ia mengaku dicecar 62 pertanyaan oleh penyidik Polda Sulsel. Meski begitu, Danny mengaku menjawab semua pertanyaan itu dengan cepat. Bahkan, dia sempat berbagi cerita dengan penyidik, sehingga pemeriksaan berlangsung selama 5 jam.


"Cukup cepat loh 62 (pertanyaan). Tadi banyak cerita-cerita malah," beber Danny.

Dalam pemeriksaan tersebut, Danny nengaku lebih banyak mengklarifikasi laporan masyarakat  yang masuk terkait fee 30 persen camat. Dalam hal ini, dia mengaku tidak tahu menahu tentang adanya fee 30 persen.

"Malah hari ini saya perintahkan kepala Inspektorat melakukan audit. Saya tidak pernah tahu ini masalah," kata Danny.

Ia menginginkan seluruh tuduhan yang dialamatkan kepadanya bisa menjadi jelas. Kepolisian mengungkapnya sehingga kasus ini terang benderang.

"Saya sepakat itu diusut supaya clear siapa yang menerima, untuk siapa, siapa yang memerintah. Itu penting bagi saya untuk clear ini masalah. Saya berkepentingan dengan pemeriksaan ini," tegas Danny.

Ditreskrimsus Mapolda Sulsel telah memeriksa 24 saksi, mereka antara lain lima camat, satu anggota DPRD Makassar, bendahara, dan kasubag keuangan kecamatan.

Kabid Humas Polda Sulsel Dicky Sondani menyebutkan gelar perkara akan dilakukan pekan depan bertempat di Mabes Polri karena kasus ini telah menyita perhatian publik hingga level nasional. [fiq]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya