Berita

Foto/Net

Politik

Cawapres Jokowi; Lebih Bagus CT Atau AHY Daripada Gatot

RABU, 20 JUNI 2018 | 20:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Chairul Tanjung digadang-gadang sebagai calon wakil presiden (Cawapres) Joko Widodo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Peluang bos CT Corp itu mendampingi Jokowi bahkan disebut lebih besar dibandingkan sosok non parpol lainnya seperti mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo.

"Saya pikir CT bagus (jadi cawapres Jokowi)," kata pengamat politik Pangi Syarwi Chaniago, Rabu (20/6).


Dia melihat CT bukan orang yang ambisius. Inilah kelebihan CT yang pernah menjabat Menko Perekonomian di era pemerintahan SBY, patut dijadikan pertimbangan oleh Jokowi maupun partai pengusung.

"Karena terus terang Pak Jokowi kan nggak suka ada matahari kembar, siapa the real presiden, seperti terjadi di era SBY-JK," jelasnya.

Sebaliknya, kata Direktur Voxpol Center itu, kondisi sebaliknya terjadi jika Gatot jadi pendamping Jokowi. Apalagi sudah pasti PDI Perjuangan akan berhitung terkait kepentingan mereka di Pilpres 2024.

"PDIP terancam kehilangan kekuasaan bila mencalonkan dia," katanya.

Ketimbang Gatot yang tidak punya basis massa, kata dia, Jokowi lebih pas didampingi Komandan Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. Selain berlatar belakang militer, massa pendukung AHY juga lebih jelas.

"AHY jelas punya basis, ada 8% modal dukungan Parti Demokrat. Gatot gak punya itu, terutama basis massa partai," tukas Pangi seperti dilansir RMOL Jabar.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya