Berita

Febri Diansyah/RMOL

Hukum

Tantangan Kasus Novel Baswedan Adalah Semangat Untuk Melawan Lupa

RABU, 20 JUNI 2018 | 18:07 WIB | LAPORAN:

. Kasus penyerangan terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan belum juga menemukan titik terang. Hingga saat ini pelaku belum juga ditemukan.

"Sejauh ini belum ada informasi ditemukannya tersangka penyerangan. Kemarin informasi yang saya dapatkan dari WP (Wadah Pegawai) setelah silaturrahni ke rumah Novel, memang belum ada perkembangan terbaru," ujar Jurubicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (20/6).

Penyerangan terhadap Novel merupakan pukulan bagi lembaga antirasuah karena ia merupakan salah satu penyidik yang handal. KPK pun berharap pelaku penyerangan yang terjadi pada waktu Subuh di 11 April 2017 lalu cepat ditemukan.


Febri juga menjelaskan saat ini pihaknya sedang menghadapi tantangan dari kasus yang menimpa Novel yakni semangat untuk melawan lupa. Ia menambahkan jika lembaga antirasuah akan menghormati setiap tindakan Presiden Joko Widodo untuk menyelesaikan kasus ini kedepan.

"Salah satu tantangan dari kasus-kasus seperti ini adalah semangat kita untuk terus melawan lupa dan kalau memang nanti setelah Idul Fitri Presiden memandang perlu melakukan hal-hal lain, tentu kita hormati bersama," tukasnya.

Novel Baswedan disiram air keras oleh orang yang tidak bertanggung jawab untuk alasan yang belum diketahui. Namun demikian dalam kurun waktu satu tahun lebih dua bulan paska kejadian penyiraman air keras tersebut Polri masih belum juga mampu mengungkap siapa dalang di balik penyerangan tersebut.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya