Berita

Moeldoko/Net

Politik

Moeldoko: Urbanisasi Jangan Lagi Didasarkan Paradigma Mengadu Nasib

RABU, 20 JUNI 2018 | 15:35 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Urbanisasi yang terjadi usai Hari Raya Idul Fitri harus disikapi secara arif agar tidak menjadi beban bagi pemerintah kota.

Apalagi arus urbanisasi ini bersifat alamiah karena masyarakat masih memandang bahwa perputaran roda ekonomi kota lebih baik dari di desa.

Begitu kata Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Jenderal (purn) TNI Moeldoko menanggapi arus balik yang terjadi setiap habis lebaran. Menurutnya, urbanisasi ini jangan seolah-olah dianggap membawa malapetaka bagi kota.


“Tapi juga bisa mengisi celah-celah yang kosong, yang memang sebagian dari kita masih membutuhkan teman-teman dari daerah," kata mantan Panglima TNI itu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/6).

Namun demikian, dia mengimbau kepada warga desa yang hendak ke kota untuk tidak lagi mendasarkan perantauannya itu dengan paradigma mengadu nasib. Pergerakan ke wilayah kota, sambungnya, harus memiliki kepastian akan pekerjaan dan tempat tinggal.

"Kalau ada kepastian, maka akan ada sebuah pendapatan baru bagi keluarga mereka di desa, itu cukup positif. Tapi sangat tidak positif apabila pergerakan ke kota tanpa tujuan. Misalnya tidak ada tujuan yang jelas bagaimana kehidupan mereka di kota," tukasnya.

Sementara itu, Gurubesar Sosiologi Ekonomi Universitas Airlangga, Bagong Suyanto menjelaskan, fenomena urbanisasi masih akan terus terjadi sepanjang belum tercapainya pemerataan pembangunan.

Faktor ketimpangan ekonomi antara desa dan kota menjadi salah satu yang mendorong angka urbanisasi masih tinggi.

"Misalnya di desa kerja 8 jam hanya mendapat upah Rp 20 ribu, di kota bisa mendapat Rp 100 ribu. Jadi ada selisih uang yang bisa dikirim ke desa," jelasnya.

Solusi paling efektif dalam menekan angka urbanisasi adalah melakukan pemerataan pembangunan di wilayah desa. Kunci pemerataan itu kini ada di Program Dana Desa yang dilakukan oleh pemerintah.

"Diharapkan dana desa dapat bermafaat untuk membuka banyak lapangan kerja baru, serta melakukan pemberdayaan masyatakat desa," tukasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya