Berita

Yudi Purnomo

Hukum

Wadah Pegawai KPK Tak Akan Biarkan Novel Hadapi Masalahnya Sendirian

MINGGU, 17 JUNI 2018 | 15:43 WIB | LAPORAN:

Wadah Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersilaturahmi sekaligus memberi dukungan moral terhadap penyidik senior KPK korban serangan air keras, Novel Baswedan.

Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan membiarkan Novel menghadapi kasus penyiraman air keras terhadapnya seorang diri.

"Saya ketuanya (wadah pegawai KPK) dan lima kawan saya datang bersilahturahmi ke rumah Bang Novel dalam ramgka memberikan penguatan kepada Bang Novel bahwa Bang Novel tidak sendirian dalam menghadapi kasus yang dialami," ujarnya di kediaman Novel, Jalan Deposito Kelapa Gading VIII, Kelapa Gading, Pegangsaan Dua, Jakarta Utara, Minggu (17/6)


Selain itu ia menyatakan bahwa pihaknya akan mendampingi Novel menjalani proses pengobatan matanya.

Yudi juga meminta doa masyarakat agar mata Novel Baswedan dapat segera sembuh dan bergabung kembali dengan KPK.

"Kita doakan agar mata beliau bisa sembuh sedia kala sehingga bisa bergabung kembali dengan KPK, karena kami di KPK sudah rindu dengan Bang Novel untuk kembali menjadi penyidik KPK untuk berantas korupsi," terangnya.

Novel mengalami penyerangan oleh dua orang tidak dikenal pada 11 April 2017 selepas salat subuh di dekat rumahnya.

Dalam waktu 1 tahun lebih 2 bulan paska kejadian penyiraman air keras terhadap penyidik Novel Baswedan, Polri masih belum mampu mengungkap siapa dalang di baliknya hingga saat ini.

Kedua mata Novel belum juga pulih dengan sempurna dan harus menjalani beberapa perawatan lanjutan di Singapura. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya