Berita

Endri Efran Syafril

Hukum

Suami Bersama Tiga Anaknya Bawa Makanan Spesial Untuk Rita

JUMAT, 15 JUNI 2018 | 12:32 WIB | LAPORAN:

Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) non aktif, Rita Widyasari, dijenguk oleh suami dan anak-anaknya di Rumah Tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Suami Rita, Endri Efran Syafril, mengaku membawakan istrinya makanan spesial di Hari Raya Idul Fitri.

"Bawa makanan dari rumah sama keluarga," ujar Endri di depan Rutan Kelas 1 Jakarta Timur Cabang KPK, Guntur, Jakarta Selatan, Jumat (15/6)


Ia datang ditemani dua anak perempuan dan anak laki-lakinya. Ketika diwawancara, Endri mengaku sudah sempat bertemu dengan istrinya.

"Sudah ketemu di dalam," lanjutnya.

Keluarga Rita Widyasari memang rajin berkunjung ke Rutan. Misalnya pada Senin dan Kamis kemarin, sebelum Hari Raya Idul Fitri tiba, mereka juga mengunjungi Rita.

Khusus Lebaran hari ini pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberikan sedikit kelonggaran kepada anggota keluarga untuk bercengkrama dengan tahanan.

KPK memberikan perpanjangan waktu selama satu jam lebih panjang dari biasanya yaitu dari pukul 08.30 hingga 11.30 WIB.

Setelah penetapannya menjadi tersangka kasus korupsi pada September 2017, Rita mendapat dukungan moral yang sangat kuat dari keluarga intinya.

Dari orang dekat Rita diketahui bahwa suami dan ketiga anaknya, satu pria dan sepasang gadis kembar, memompa semangat Rita agar kuat menghadapi kasus yang dianggap sarat unsur politik ini. Rita dan suami memang membangun hubungan yang sangat kuat dengan anak-anaknya.

Dalam suatu kesempatan Rita mengaku tidak pernah satu haripun terlewat tanpa bercengkerama dengan anak-anaknya di manapun atau sesibuk apapun mereka.

Kasus yang melibatkan Rita memang sempat menjadi polemik karena nuansa politik di baliknya.

KPK menduga Rita menerima gratifikasi sejak menjabat bupati Kukar periode 2010-2015 lanjut periode 2016-2021. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya