Berita

Yudi Latif/Net

Politik

Mundurnya Yudi Latif Dipakai Untuk Kepentingan Politik

RABU, 13 JUNI 2018 | 02:41 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Pengamat Politik The Indonesia Public Institute (IPI), Karyono Wibowo menilai mundurnya Yudi Latif dari jabatannya di Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dimanfaatkan pihak-pihak tertentu sebagai kepentingan politiknya.

Padahal, sambung Karyono mundurnya Yudi tidak pantas untuk ditebak-tebak apalagi dibuat menjadi kontoversi yang mengarah kepada kepentingan politik.

"Mundurnya Yudi Latif ini telah menimbulkan kontroversi dan polemik berkepanjangan, parahnya lagi hal ini malah dijadikan spekulasi liar dan bahkan ditunggangi kepentingan politik hingga cenderung membangun wacana yang sentimentil dan sinisme kepada pemerintah," ujar Karyono kepada Kantor Berita Politik RMOL melalui pesan singkat, Selasa (12/6).


Karyono menilai mundurnya Yudi bikan menjadi hambatan keberlangsungan BPIP.

Ia menyarankan agar pemerintah tetap memperhatikan BPIP sebagai suatu lembaga yang dibutuhkan negara.

"Menurut saya BPIP sangat dibutuhkan oleh negara ditengah menguatnya radikalisme-ekstrimisme, untuk itu pemerintah harus serius, jangan sampai hak keuangan dan fasilitas BPIP diabaikan," pungkasnya. [nes]


Populer

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

Golkar Berduka, Putri Akbar Tandjung Wafat

Rabu, 11 Maret 2026 | 15:27

UPDATE

Forum IPEM 2026 Momentum Penting Perkuat Diplomasi Energi

Kamis, 19 Maret 2026 | 00:08

Polres Metro Tangerang Kota Ungkap 14 Kasus Curas Sepanjang Ramadan

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:45

Negara Bisa Menjadi Totaliter Lewat Teror dan Teknologi

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:28

Pengungkapan Pelaku Teror Air Keras Bukti Ketegasan Prabowo

Rabu, 18 Maret 2026 | 23:10

YLBHI: Ada Pola Teror Berulang terhadap Aktivis hingga Jurnalis

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:51

Observatorium Bosscha: Hilal 1 Syawal Tipis di Ufuk Barat

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:32

TNI-Polri Harus Kompak Bongkar Teror Air Keras Aktivis KontraS

Rabu, 18 Maret 2026 | 22:10

Umat Hindu Semarang Gelar Tawur Agung Kesanga Sambut Nyepi Saka 1948

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:56

YLBHI Minta Kasus Air Keras Andrie KontraS Disidang di Peradilan Umum

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:40

Kinerja Cepat Polri Ungkap Kasus Penyiraman Air Keras Tuai Apresiasi

Rabu, 18 Maret 2026 | 21:11

Selengkapnya