Berita

Politik

Kendalikan Harga Ayam, Kemendag Gelar Operasi Pasar Di Solo

SENIN, 11 JUNI 2018 | 06:43 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Demi mengendalikan harga daging ayam yang melonjak tinggi di pasaran, Kementerian perdagangan akan menggelar operasi pasar daging ayam di empat pasar tradisional di Solo, Jawa Tengah, mulai Selasa (12/6).

Staf Khusus Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Sarana Perdagangan Eva Yuliana menjelaskan bahwa operasi digelar karena harga daging ayam mencapai Rp 38.000 per kilogram.

Pihaknya akan menggandeng dinas terkait serta para peternak dalam operasi pasar tersebut.


"Dengan tingginya harga daging ayam ini, Mendag kemudian memerintahkan kami untuk bekerja sama dengan semua stakeholder untuk mengatasi masalah ini," katanya usai memimin rapat koordinasi dengan para peternak, Satgas Pangan Polresta Surakarta, dinas perdagangan setempat, di Kantor Sekda Kota Surakarta, Minggu (10/6) sore.

Operasi ini akan memastikan harga daging ayam tetap di kisaran Rp 33.000 per kilogram. Sementara ayam hidup tetap di harga Rp 21.000 per kilogram.

semenara berdasarkan data yang dimiliki Kemendag, Eva menyebut bahwa harga tersebut meningkat karena stok daging ayam menurun dari pihak peternak. Penurunan ini dikarenakan adanya penyakit pada ternak unggas sehingga dampaknya ke harga pasar menjadi tinggi.

"Dari hasil pertemuan dengan perternak dan dinas serta instasi terkait disepakati menekan harga ayam yang ada di pasar dan menjaga stok agar kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan baik," kata Eva.

Operasi pasar ini akan menyasar empat pasar di Solo, yaitu Pasar Ayam Semanggi, Gedhe, Legi dan Jungke Solo.

Nantinya juga akan ada pembatasan kepada masyarakat untuk memberi daging ayam maksimal hanya 3 kilogram per orang. Tujuannya, agar semua pembeli mendapat bagian dari penjualan daging ayam tersebut. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya