Berita

Moeldoko/Net

Politik

Moeldoko: Tetap Waspada Saat Melewati Jalur Tol Fungsional

SENIN, 11 JUNI 2018 | 00:23 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Sejumlah infrastruktur yang telah dibangun pemerintah dapat dinikmati para pemudik yang hendak pulang di lebaran tahun ini.

Meski fasilitas itu memberikan banyak kemudahan dan kenikmatan saat berkendara mudik, namun pemerintah mengimbau agar pemudik tetap siaga dan menjaga kewaspadaan.

"Saya mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan siaga menikmati infrastruktur jalan dan jalan tol yang dibangun pemerintah. Silakan seluruh masyarakat menikmatinya. Kesiagaan dan kewaspadaan adalah kunci utama dalam perjalanan, sehingga para pemudik dapat bertemu dengan keluarga di tempat tujuan masing-masing," kata Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko dalam keterangan tertulisnya, Minggu (10/6).


Ada tiga titik kritis yang akan yang perlu mendapat perhatian khusus pemudik. Pertama, titik perpindahan jalur tol operasional ke fungsional, lalu persimpangan jalur fungsional dan jalan nasional di titik Kali Kutho, dan jalan darurat di Kali Kenteng.

Semua titik kritis itu berada di wilayah Jawa Tengah. Sementara berdasarkan pengamatan tim KSP, mulai Jumat (8/6) malam hingga Minggu (10/6) siang ketiga titik tersebut relatif normal.

Pengoperasian sejumlah ruas tol saat mudik diapresiasi pengamat transportasi Universitas Indonesia (UI) Ellen Tangkudung. Menurutnya kebijakan itu berhasil membantu mengurai kemacetan saat mudik.

"Itu kan membantu mengurai kepadatan dan dilihat sih sudah layak jalan kecuali yang masih fungsional. Itu harus diantisipasi dengan hati-hati kalau saya lihat sih sudah cukup baik," katanya.

Senada dengan Moeldoko, Ellen juga mengingatkan agar pengguna jalan tetap hati-hati saat berkendara. Sementara pihak operator jalan harus memastikan ada rambu-rambu yang membatu para pengguna jalan.

"Para pengguna yang harus ekstra hati-hati karena mereka belum kenal (jalan baru) kan?" ucap Ellen. [nes]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya