Berita

Politik

Aktivis 98 Ancam Gelar Rembuk Nasional Di Balaikota Kalau Anies Tak Izinkan Monas

MINGGU, 10 JUNI 2018 | 18:34 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

. Aktivis 98 akan mengadakan Rembuk Nasional I pada tanggal 7 Juli 2018 di lapangan Monas. Para aktivis optimis Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan diharapkan mengizinkan areal Monas untuk kegiatan tersebut.

"Kebetulan posisi Anies Baswedan ini kan didukung dua partai oposisi ya, Gerindra sama PKS," ujar Faizal Assegaf dalam Konferensi Media Rembuk Nasional Aktifis 98 di Kopi Bang Prend, Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (10/6).

Dia mengatakan terus terang kepada kawan-kawan aktivis 98 di daerah yang akan ikut dalam Rembuk Nasional bahwa kendala utama pelaksanaan kegiatan tersebut terkait tempat.


"Kendala kita ya soal tempat itu soal Monas, sudah ada semacam penghadangan secara halus," katanya.

Ia melihat dengan perbedaan pemikiran dan visi antara agenda rembuknas dengan partai pendukung Anies bisa mendorong gubernur DKI itu untuk menghadang aksi tersebut.

"Aksi ini mengusung isu anti terorisme dan kebetulan di sana ada PKS ya, yang belakangan dikaitkan dengan terorisme, dan PKS sulit dipisahkan. Maka posisi PKS yang mendukung Anies Baswedan itu kita khawatir bisa menggunakan instrumen atau kewenangan yang dimiliki untuk menghadang aksi ini," tambahnya.

Untuk itu, ia bersama kawan Aktifis 98 mengimbau Anies untuk mendukung aksi tersebut serta dapat hadir dalam kapasitasnya sebagai pribadi. Bukan gubernur yang diusung PKS.

"Sehingga tidak ada upaya untuk menghadang atau tidak memberi izin di Monas. Itu yang penting kita sampaikan, jangan sampai karena diusung oleh partai yang terindikasi dalam paham ideologi trans nasional dan berbeda dari kita ini lalu menghadang acara ini," tukasnya.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa bila tetap dihalangi atau tidak diberi izin, maka para aktifis 98 akan melaksanakan aksi Rembuk Nasional di depan Kantor Balaikota Pemprov DKI Jakarta.

"Ini agenda kepentingan nasional maka kita pastikan 100% Monas kita gunakan. Kalau seandainya ya simulasi ya, penghadangan itu dilakukan serius oleh Anies Baswedan dan otoritasnya, maka mungkin saja kita simulasi bisa kita gelar di Balaikota Pemprov DKI Jakarta," pungkasnya.[dem]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Pengusaha Tembakau Dicecar KPK soal Dugaan Gratifikasi Oknum Bea Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:41

Resmi Dilantik, 13 Pengurus DPD Peradi Profesional Siap Kawal Keadilan di Sulsel

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:13

Sekolah Tahfidz Al-Qur’an Puan Maharani Mulai Dibangun di Malang

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 00:10

Perbup Bogor soal Site Plan jadi Sorotan Usai Kasus HGB Summarecon Bergulir

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:49

BEI Tagih Penjelasan Emiten Haji Isam soal Gadai Saham ke Bank Mandiri

Jumat, 09 Oktober 2026 | 23:24

Rocky Gerung Dicurigai Sengaja Dipasang untuk Serang Gibran dari Dalam Kekuasaan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:42

Kasus TPPU Rita Widyasari Menyeret Bos Dealer VW-Audi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:28

Penyederhanaan BUMN: Pengaturan Outsourcing Lewat Anak Perusahaan Jadi Sorotan

Jumat, 09 Oktober 2026 | 22:18

PDIP soal Ijazah Gibran: Anak dan Bapak Masalahnya Sama Saja

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:57

Pegawai Bea Cukai Dedi Congor Mangkir Lagi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 21:42

Selengkapnya