Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Beda Pendapat Tanpa Benci

MINGGU, 10 JUNI 2018 | 09:30 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

TERVIRALKAN berita sekelompok aktivis warga Indonesia keturunan Tionghoa berkumpul dan menyatakan diri mereka bertekad tidak akan memilih Jokowi di Pemilihan Presiden 2019 nanti.

Ganti Presiden
Beberapa warga Indonesia keturunan Tionghoa hadir pada pertemuan di Restauran Kopi Oey, Gajah Mada, Jakarta Barat, Rabu 23 Mei 2018 tersebut. Satu di antaranya adalah tokoh aktivis senior yang juga koordinator Aspirasi Indonesia, Lieus Sungkharisma.

"Gerakan hastag #2019GantiPresiden menginspirasi kami untuk mengatakan bahwa Pak Jokowi kamsia (terima kasih) dah," kata Lieus yang prihatin melihat kebhinnekaan di negeri ini mulai terancam.

"Gerakan hastag #2019GantiPresiden menginspirasi kami untuk mengatakan bahwa Pak Jokowi kamsia (terima kasih) dah," kata Lieus yang prihatin melihat kebhinnekaan di negeri ini mulai terancam.

Selama Jokowi berkuasa, kata Lieus, masyarakat seakan-akan terkotak-kotak. "Pak Jokowi cukup sudah. Sejak kepemimpinan beliau masyarakat kita jadi terpecah. Karena dulu tidak ada kita tiap hari selalu ada yang menggaung-gaungkan Pancasila dan Bhineka Tunggal Ika," terangnya.

Jika disuruh memilih angka 1 sampai 10, menurut Lieus, pemerintahan Jokowi layak diberi nilai 8. "Tapi kalau disuruh maju sekali lagi ya kasihan, jangan. Kami kan kasihan sama Jokowi udah berat bebannya. Makanya kita pakai tema #2014 Aku Yang Memulai 2019 Aku Mengakhiri. Lebih banyak manfaat dia berhenti ketimbang dia terus (memimpin Indonesia)," pungkas Leuis.

Demokrasi  
Lain kepala, lain rambut maka meski sesama warga Indonesia keturunan Tionghoa, saya tidak sependapat dengan Lieus Sungkharsima. Saya mengharap Jokowi masih diberi kesempatan melanjutkan pengabdian dirinya kepada negara, bangsa dan rakyat Indonesia sebab masih banyak program pembangunan demi kesejahteraan rakyat yang belum rampung terwujud.  

Meski tidak sependapat, namun saya berupaya mengerti demi memahami pendapat Lieus Sungkharisma dan para sesama warga Indonesia yang tidak menghendaki Jokowi kembali menjadi presiden RI pada masa bakti kepresidenan 2019-2024.

Pada hakikatnya, Lieus dkk berupaya mengejawantahkan sukma demokrasi kebebasan berpendapat dan mengungkap kebebasan pendapat di persada Nusantara tercinta ini.

Lieus dkk berani menyatakan yang benar sebagai yang benar dan yang tidak benar sebagai tidak benar sesuai keyakinan nurani masing-masing. Marilah kita saling berbeda pendapat tanpa saling membenci.

Kehendak Tuhan
Namun demi menghindari distorsi tafsir, sebaiknya slogan “2014 Aku Yang Memulai, 2019 Aku Yang Mengakhiri” jangan dicerna secara harafiah tetapi secara kiasan puitis.

Pada kenyataan konstitusional jelas bahwa yang menentukan Jokowi atau siapa pun menjadi presiden RI berdasar demokrasi yang menjunjung tinggi kedaulatan rakyat jelas bukan “Aku” namun rakyat Indonesia.

Namun jangan lupa bahwa di atas langit masih ada langit, maka jangan lupa bahwa di atas kehendak rakyat masih ada Kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Maka rakyat juga wajib tunduk kepada Kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa. Amin [***]


Penulis adalah seorang rakyat Indonesia yang sepenuhnya tunduk kepada Kehendak Tuhan Yang Maha Kuasa



Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Jokowi Makin Terpojok secara Politik

Minggu, 15 Februari 2026 | 06:59

Lima BPD Berebut Jadi Tuan Rumah Munas BPP HIPMI XVIII

Minggu, 15 Februari 2026 | 12:17

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

UPDATE

AKBP Didik Konsumsi Serbuk Haram sejak 2019

Kamis, 26 Februari 2026 | 04:10

Anggaran Pendidikan Bisa Dioptimalkan Tanpa Direcoki MBG

Kamis, 26 Februari 2026 | 04:08

THR di Jakarta Harus Cair Paling Lambat Dua Pekan sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 03:25

Ibnu Muljam, Pembunuh Ali yang Hafal Al-Qur'an

Kamis, 26 Februari 2026 | 03:11

PDIP Sesalkan MBG Sedot Dana Pendidikan

Kamis, 26 Februari 2026 | 03:01

Ubunubunomologi

Kamis, 26 Februari 2026 | 02:34

MBG Sah Pakai Anggaran Pendidikan

Kamis, 26 Februari 2026 | 02:11

Golkar Dukung Impor 105 Ribu Mobil India Ditunda

Kamis, 26 Februari 2026 | 02:00

Arief Poyuono: Megawati Dukung Program MBG

Kamis, 26 Februari 2026 | 01:25

Aksi Anarkis Mahasiswa di Polda DIY Ancam Demokrasi

Kamis, 26 Februari 2026 | 01:23

Selengkapnya