Berita

Jokowi-Haedar/Net

Politik

Ketum Muhammadiyah: Indonesia Bisa Lebih Progresif Jadi Juru Damai Dunia

SABTU, 09 JUNI 2018 | 15:15 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

. Pemerintah Indonesia telah berhasil memainkan peran politik luar negeri, sehingga negara ini berhasil mendapat tempat di mata dunia.

Begitu puji Ketua Umum PP Muhamadiyah, Haedar Nashir atas terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk periode 2019-2020.

Menurutnya, raihan itu merupakan bukti atas apa yang selama ini dilakukan pemerintah Indonesia, baik itu Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Jusuf Kalla, maupun Menlu Retno Marsudi di ranah internasional. Dengan kata lain, kiprah Indonesia di kancah dunia telah diakui.


Menurut Haedar, dalam konteks politik global yang makin keras dan dinamis tentu posisi di PBB tersebut sangat strategis.

"Posisi tersebut dapat dijadikan forum dan media untuk memainkan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia serta tatanan dunia yang lebih adil, beradab, dan berkemajuan," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Sabtu (9/6).

Muhammadiyah sangat berharap pemerintah Indonesia lebih proaktif dan progresif menjadi juru damai dan mencari solusi dalam sejumlah konflik dan gejolak politik antar negara Islam, khususnya di Timur Tengah serta kawasan lain yang berkonflik. Termasuk dalam menyelesaikan Rohingya dan Palestina.

"Khusus untuk soal Palestina dan Timur Tengah, saat ini kita memang mestinya tak sekadar membela Palestina, namun juga mewujudkan tatanan dunia baru yang damai, adil, makmur, dan sejahtera tanpa diskriminasi," tukasnya.

Dalam konteks ini, Muhammadiyah mengajak umat Islam Indonesia mengapresiasi raihan prestasi pemerintah tersebut. Karena dengan posisi tersebut, Indonesia dan tentu saja juga umat Islam bisa berbuat lebih nyata untuk perdamaian dunia.

"Berbagai kepentingan nasional juga dapat diproyeksikan ke dunia internasional, dan regional untuk mengantisipasi dan mencegah berbagai bentuk intervensi negara lain yang mengganggu kedaulatan Indonesia," tukasnya.

Dalam sidang Majelis Umum PBB di New York, Amerika Serikat, Jumat (8/6) malam WIB, Indonesia memperoleh dukungan 144 suara dari 193 suara yang diperebutkan dalam pemilihan anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020.

Atas hasil itu, Presiden Majelis Umum PBB Miroslav Lajcak langsung menyampaikan kemenangan Indonesia beserta anggota terpilih lainnya; Belgia, Republik Dominika, Afrika Selatan, dan Jerman, sebagai anggota tidak tetap DK PBB periode 2019-2020.

Sementara itu, Menteri Luar Negeri RI Retno dalam pernyataannya sesaat setelah peristiwa yang bersejarah itu mengatakan bahwa sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PB, Indonesia akan fokus kepada penguatan ekosistem perdamaian dan stabilitas global, meningkatkan sinergi dengan sesama anggota, mendorong terbentuknya Global Comprehensive Approach untuk menangani terorisme, radikalisme, dan ekstremisme. [rus]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya