Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Investasi Pertahanan Dari India Bisa Serap 400 Tenaga Kerja

KAMIS, 07 JUNI 2018 | 14:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Perusahaan asal India, Manoj Kumar Udhyog (MKU) Pvt.Ltd tancap gas membuka investasi di industri pertahanan Indonesia.

Direktur PT Panorama Graha Teknologi, Aloys Sutarto yang merupakan representative dari MKU Pvt. Ltd di Jakarta mengatakan, investasi yang akan ditanam itu merupakan bentuk tindak lanjut atas pertemuan antara Presiden RI Joko Widodo dengan Perdana Menteri India Narendra Modi beberapa waktu lalu.

“Salah satunya (dari sembilan kesepakatan) yaitu persetujuan antara pemerintah RI dengan Indonesia mengenai kerja sama dalam bidang pertahanan,” ujar Sutarto dalam keterangan tertulisnya, Kamis (7/6).


Dijelaskan Sutarto, MKU merupakan perusahaan yang memproduksi berbagai peralatan perlindungan dan pengawasan untuk personil maupun platform (darat, laut, dan udara) seperti bullet proof jacket, hard armor plate, bullet proof helmetm dan shields.

Sutarto menyebut bahwa Indonesia akan memiliki banyak keuntungan dari kerja sama ini. Pertama, Indonesia akan memiliki 100 persen produk body armor yang seluruh komponen dan bagiannya adalah hasil buatan Indonesia. Selain itu, keberadaan MKU juga akan menyerap tenaga kerja minimum 400 orang tenaga.

“Selain untuk kebutuhan nasional, produk kami juga bisa diekspor ke luar negeri baik di tingkat negara-negara ASEAN maupun negara yang tergabung di OKI. Sehingga bisa meningkatkan pendapatan negara dari sektor ekspor,” sambungnya.

Sutarto mengatakan, saat ini MKU telah bekerjasama dengan PT Panorama Graha Teknologi dalam pemasaran produknya. Melalui perusahaan tersebut, MKU terbuka untuk bekerja sama dengan BUMN dalam mengembangkan produk dan usahanya. [fiq]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya