Berita

Fadli Zon/Net

Politik

Fadli Zon: Ada 2 Masalah Fatal Dalam Utang BUMN

KAMIS, 07 JUNI 2018 | 02:02 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Dalam empat tahun terakhir, utang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) naik hingga Rp 1.300 triliun. Di tahun 2014, utang BUMN Rp 3.488 triliun sementara tahun ini mencapai Rp 4.825 triliun

Kenaikan utang ini merupakan bukti bahwa BUMN sedang dalam krisis yang serius. Selain itu, ada dua masalah yang fatal dalam utang BUMN tersebut. Pertama, sebagian besar utang itu merupakan utang jangka pendek.

“Ini kan berbahaya, sebab situasi perekonomian, baik global maupun domestik, sedang mengalami kontraksi!” ujar Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon dalam kicauannya di akun Twitter @fadlizon, Rabu (6/6).


Sementara masalah yang fatal berikutnya adalah 60 persen utang tersebut berbentuk valuta asing yang rentan terhadap fluktuasi nilai tukar Rupiah.

“Jika nilai tukar Rupiah melemah, BUMN tentu akan semakin berdarah-darah,” sambung wakil ketua umum DPP Partai Gerindra itu.

Lebih lanjut, Fadli mengakui bahwa total aset BUMN telah naik menjadi Rp 7.212 triliun pada akhir 2017. Namun demikian, sambungnya, dengan angka utang Rp 4.825 triliun, maka rasio utang BUMN sudah mencapai 67 persen aset.

“Ini sudah lampu merah sebenarnya. Celakanya, dalam kondisi semacam itu, Kementerian BUMN masih menargetkan untuk menambah utang hingga Rp 5.253 triliun sepanjang tahun ini,” tukasnya. [ian]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya