Berita

Foto: RMOL

Politik

Sekjen PDIP Kagum Dengan Semangat Patriotisme Risma dan Masyarakat Surabaya

RABU, 06 JUNI 2018 | 14:53 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Semangat Walikota Tri Rismaharini dan masyarakat Surabaya harus diapresiasi. Semangat itu berupa kedisiplinan, kecintaan akan lingkungan, hingga patriotisme dalam merawat toleransi dan memerangi terorisme.

Hal ini pula yang dilakukan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto. Saat tiba di Surabaya, Hasto sengaja keliling ke beberapa tempat Surabaya untuk melihat langsung bagaimana kondisi Kota Surabaya, yang dipimpin kader PDI Perjuangan Tri Rismaharini.

Hasto melihat, Surabaya di malam hari ternyata menunjukkan keindahan yang begitu mempesona. Pemandangan taman dengan lampu hias, trotoar yang begitu rindang. Nyala lampion di atas sungai dengan penuh warna menambah suasana Surabaya yang begitu hidup, dan menunjukkan begitu kuatnya patriotisme Kota Pahlawan.


"Tadi malam ketika keliling Surabaya, saya menangkap semangat patriotisme yang sangat tinggi melawan radikalisme, banyak spanduk di gang-gang yang menunjukkan bahwa mereka tidak takut, mereka satu dalam melawan terorisme," kata Hasto beberapa saat lalu (Rabu, 6/6).

Apa yang dilihat Hasto saat keliling Surabaya pada malam hari juga terkonfirmasi, ketika pagi harinya bertemu Risma di Kantor Balaikota. Di ruang Risma, Hasto diperlihatkan bagaimana sudut-sudut strategis Kota Surabaya yang terus terpantau melalui CCTV. Sehingga, setiap kejadian dan adanya persoalan bisa direspon secara cepat.

"Ibu Risma bahkan tadi menceritakan bahwa CCTV itulah yang turut membantu Polri dalam mengungkap dan menindak pelaku teror di Surabaya," tutur Hasto.

Menurut Hasto, apa yang dilakukan Risma dalam kepemimpinannya di Surabaya, juga sudah dipelajari secara langsung oleh Puti Soekarno, yang kini menjadi Calon Wakil Gubernur Jawa Timur mendampingi Saifullah Yusuf (Gus Ipul).

Risma dan Puti, sering berdiskusi dalam berbagai kesempatan, sehingga keberhasilan kepemimpinan Risma di Surabaya tentu akan bisa menular ke Jatim secara keseluruhan dalam kepemimpinan Syaifullah Yusuf-Puti Soekarno.

Lebih lanjut, Hasto juga mengungkapkan bahwa keberhasilan kepemimpinan Risma di Surabaya dijadikan sebagai materi Sekolah Partai untuk Calon Kepala Daerah yang diusung PDI Perjuangan. Karena dari berbagai segi, Surabaya memang patut menkadi rujukan dan contoh bagi kota-kota lain. Termasuk Kota Bandung, yang ke depan dapat ditata khusus, mengambil inspirasi dari Surabaya.

"Saat ini Surabaya nampak jauh lebih bagus dr Bandung. Ke depan di bawah kepemimpinan TB Hasanuddin dan Anton Charlian, Jabar akan cepat bersolek dan kembali pada predikat sebagai Paris Van Java," jelasnya.

"Saya pun langsung menyampaikan pesan kepada Pak TB Hasanuddin, untuk kiranya ketika dipercaya memimpin Jawa Barat, agar nanti mendorong dan memastikan Kota Bandung yang ada di Jawa Barat, benar-benar menjadi Kota Kembang, kota yang begitu hijah dan bebas dari banjir dan pencemaran," demikian Hasto. [sam]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Jawab Tantangan Digital, Bawaslu Jadikan Kampus Laboratorium Demokrasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:54

DPD Ungkap Pola Investor ‘Berjudi’ Properti di Bali, Beli Aset Lalu Jual Lagi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 05:24

Denny Indrayana Cs Debat Sengit dengan KPU soal Verifikasi Data Calon

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:50

Nakhoda KM Virgo Transport 8 Langsung Ditahan Penyidik

Kamis, 01 Oktober 2026 | 04:20

Digagas di Era Purbaya, Wacana Insentif Motor Listrik Masih Belum Jelas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:59

Saksi Denny Indrayana Ungkap Tak Ada Bahasa Verifikasi Faktual Dokumen Capres-cawapres

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:34

Sjafrie Sematkan Tanda Kehormatan ke Tentara Jepang yang Bantu Atasi Karhutla

Kamis, 01 Oktober 2026 | 03:09

Kader PDIP Berpotensi Jabat Wapres Jika Gibran Didiskualifikasi

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:55

TNI Hormati Kejagung Imbas Penetapan Kolonel Budi Tersangka Korupsi MBG

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:42

Kemenperin Dukung Impor KRL Bekas dari Jepang, Ini Alasannya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 02:18

Selengkapnya