Berita

Anang Hermansyah/Dok

Pertahanan

Generasi Muda Rentan Silau Dengan Ideologi Impor

RABU, 06 JUNI 2018 | 13:31 WIB | LAPORAN:

Penanaman nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945 sejak dini menjadi suatu hal yang sangat penting dewasa ini.

Hal tersebut dipercaya akan memperkuat identitas bangsa dalam menghadapi globalisasi dan modernisasi.

Demikian disampaikan anggota Komisi X PDR dari Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN), Anang Hermansyah dalam diskusi kebangsaan di SMA Taruna Mandiri, Tangerang Selatan, baru-baru ini.


Dalam kesempatan tersebut, Anang yang juga tercatat sebagai artis senior menuturkan bahwa penanaman nilai Pancasila dan UUD 1945 kepada generasi muda mendesak untuk dilakukan. Mengingat, perkembangan teknologi dan informasi yang semakin cepat berjalan.

"Kalau penanaman nilai-nilai Pancasila ini tidak dilakukan pada generasi muda, maka tidak aneh kalau kalian cenderung silau sama ideologi-ideologi impor," kata Anang di hadapan ratusan siswa SMA Taruna Mandiri.

Dengan beragam budaya yang dimiliki Indonesia justru salah satu yang menjadi landasan penting untuk mempersatukannya adalah Pancasila.

Ia tidak bisa membayangkan jika Pancasila tidak ada, maka gugusan Indonesia dari Sabang sampai Merauke juga tidak pernah lahir.

"Pancasilalah yang bisa menyatukan dan merekatkan kita sampai sekarang ini, tanpa menghilangkan identitas masing-masing budaya yang ada," tambah Anang.

Anang mengingatkan, tugas generasi muda untuk mempersatukan bangsa ini ke depan akan jauh lebih berat. Maka dari itu, menurut dia, bertindak jujur, bekerja keras, menghargai perbedaan yang ada adalah satu dari sekian banyak cara yang bisa dilakukan untuk menerapkan nilai Pancasila dan UUD 1945 dalam kehidupan sehari-hari. [wid]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya