Berita

Hukum

Kapolri Minta Anggaran Ditambah Rp44 Triliun

SELASA, 05 JUNI 2018 | 18:22 WIB | LAPORAN: SORAYA NOVIKA

Polri meminta tambahan anggaran ideal ke pemerintah guna memaksimalkan penanganan terorisme.

Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, untuk memuluskan anggaran Rp44,4 triliun yang dibutuhkan diperlukan adanya dukungan dari Komisi III DPR RI.

Adapun Rp44,4 triliun tersebut dibutuhkan untuk belanja pegawai sebesar Rp6,7 Triliun, belanja barang sebesar Rp5 Triliun, dan belanja modal sebesar Rp32,6 Triliun.


"Kita mengusulkan tambahan Rp44,4 triliun melalui Rapat Kerja bersama dengan Kementerian Keuangan dan Bappenas, untuk itu kita sebagai mitra Komisi III menyampaikan usulan tersebut agar pimpinan Komisi III dapat mendukung Polri,"jelas Jenderal Tito di Komplek Parlemen Senayan, Jakarta (Selasa, 5/6).

Menurutnya, anggaran ideal tersebut tidak hanya dibutuhkan untuk penanganan terorisme, melainkan kebutuhan pengamanan pemilu dan lainnya.

"Prioritas kita untuk memaksimalkan pengamanan menjelang Pemilu, Terorisme, potensi konflik-konflik sosial, kasus narkoba, dan kasus yang meresahkan masyarakat seperti perampokan, begal dan lainnya," papar Tito.

Dana tersebut, kata dia, dibutuhkan untuk memperkuat penanganan kasus-kasus lain seperti human traficking.

"Kejahatan terhadap lingkungan, Kejahatan terhadap negara seperti Illegal Fishing, kejahatan terhadap sumber daya alam, tambang dan lain-lain, ini akan kita pertimbangkan juga," sambung Tito.

Disisi lain, masih kata dia, pihaknya juga menyiapkan satgas khusus untuk menangkal beredarnya informasi bohong alias hoax menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2019.

"Pemilu ini kita sudah punya Satgas Nusantara yang tujuannya adalah membangun kebersamaan serta membangun isu-isu yang mempersatukan kita semua," demikian mantan Kepala Densus 88 Antiteror ini. [sam]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Roy Suryo dan dr. Tifa Dirawat di RS Polri atas Rekomendasi Dokter

Sabtu, 20 Juni 2026 | 08:10

Israel Bom Lebanon Selatan, 16 Tewas di Tengah Sengkarut Gencatan Senjata

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:57

Pemulangan Haji 2026 Tembus 121 Ribu Orang, Ratusan Kloter Sudah Tiba di Tanah Air

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:50

Emas dan Perak Tertekan Dolar AS

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:38

Indonesia Tetap di Jalur Emerging Market, Airlangga Janji Tuntaskan Reformasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:19

STOXX 600 Terkoreksi, Saham Barang Mewah di Zona Merah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 07:06

Pasokan Batu Bara untuk Pembangkit Listrik Harus Aman, Ini Solusinya

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:58

Saat Negara dan Masyarakat Berbenah

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:40

Pemerintah RI Diminta Serius Selamatkan ABK Indonesia yang Disandera Perompak Somalia

Sabtu, 20 Juni 2026 | 06:12

Dilema Tuntutan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 05:55

Selengkapnya