Berita

Telkom Indonesia/Net

Brand Value Telkom Peringkat 341 Dunia

SELASA, 05 JUNI 2018 | 05:16 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, berhasil mempertahankan predikat sebagai perusahaan telekomunikasi paling bernilai di Asia Tenggara, sekaligus menjadi perusahaan nomor satu di Indonesia.

Hal ini dicapai setelah nilai merek (brand value) Telkom mengalami signifikan di tahun 2018 menjadi sebesar 5,2 dolar AS atau melonjak tinggi jika dibantingkan tahun 2017 yang hanya sebesar 4,33 miliar dolar AS.

Laporan Brand Finance yang dirilis Februari 2018 tersebut, menyebutkan di antara perusahaan-perusahaan terkemuka dunia, peringkat nilai merek Telkom naik ke peringkat 341 dari sebelumnya 386 pada tahun 2017. Telkom menjadi satu-satunya perusahaan Indonesia yang menembus Global 500.


Tidak hanya itu, Telkom juga berhasil meraih Brand Strength Index Triple A (AAA). Raihan ini menjadikan Telkom sebagai perusahaan dengan index merek peringkat pertama dibanding perusahaan-perusahaan lain di Indonesia.

Vice President Corporate Communication Telkom Arif Prabowo menyambut baik hasil penilaian yang dibuat oleh lembaga konsultan merek Brand Finance.

Menurutnya, Telkom saat ini tengah memperkuat posisi sebagai perusahaan telekomunikasi digital terbaik di kawasan Asia Tenggara, antara lain melalui pembangunan infrastruktur kabel optik lintas benua dari Eropa menuju Amerika, keberhasilan peluncuran dan pengoperasian Satelit Telkom 3S, serta berbagai upaya aksi korporasi dalam rangka memperkuat portofolio digitalnya.

“Di samping itu, Telkom memiliki anak usaha TelkomGroup di 11 negara,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (4/6).

Sejumlah proyek strategis Telkom pada tahun 2017 telah dapat beroperasi mendukung layanan perusahaan kepada pelanggan dan masyarakat Indonesia. Diawali dengan peresmian dan pengoperasian mega proyek Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) Southeast Asia Middle East West Europe 5 (SEA-ME-WE 5) serta Southeast Asia United States (SEA-US) dan menyusul tengah dilakukannya pembangunan Indonesia Global Gateway (IGG) yang akan menjadikan indonesia sebagai hub telekomunikasi dunia.

“Saat ini, jaringan backbone serat optik milik Telkom telah tergelar dari Sabang hingga Merauke sepanjang 86.600 km. Ditambah dengan jaringan kabel laut internasional menjadi total 163.000 km atau setara empat kali keliling bumi,” jelas Arif Prabowo.

Menyusul kemudian peluncuran dan pengoperasian Satelit Telkom 3S yang berperan penting sebagai komplemen tulang punggung broadband nusantara khususnya untuk menjangkau kawasan terpencil, terdepan dan terluar.

Dari sisi performansi perusahaan, sepanjang tahun 2017, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) berhasil membukukan kinerja yang cukup memuaskan. Pendapatan usaha tercatat sebesar Rp 128,3 triliun atau tumbuh sebesar 10,2 persen dibanding tahun 2016. Sedangkan EBITDA tumbuh 8,6 persen menjadi Rp 64,6 triliun dan laba bersih naik 14,4 persen menjadi Rp 22,1 triliun.

“Dari sisi profitabilitas, margin laba bersih meningkat 0,6 persen menjadi 17,3 persen,” sambungnya.

Hal ini menunjukkan bahwa tingkat profitabilitas dapat terjaga dengan baik. Performansi keuangan yang baik tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan untuk terus tumbuh ditengah persaingan industri telekomunikasi di Indonesia yang semakin ketat.

“Sebagian besar bisnis digital Telkom memiliki kinerja yang semakin menguat. Telkom berharap mendapatkan manfaat dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan karena didukung oleh semakin meningkatnya penggunaan data dan internet, baik oleh masyarakat perorangan maupun korporasi,” demikian Arif Prabowo. [ian/***]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya